4 Alasan Mengapa Pasangan Melakukan Surogasi

4 Alasan Mengapa Pasangan Melakukan Surogasi

  • October 22, 2021

Surogasi sudah tidak asing lagi bagi mereka yang tinggal di Amerika Serikat, karena sudah banyak yang mendapatkan keturunan melalui proses surogasi ini, khususnya di kalangan artis Hollywood. Surogasi ini akan melibatkan ibu pengganti untuk mengandung embrio setelah dilakukan proses pembuahan luar sel telur dan sperma pasangan suami istri.

Dibutuhkannya peran ibu pengganti dikarenakan rahim yang dimiliki istri tidak dapat digunakan untuk mengandung, hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Berikut ini beberapa alasan mengapa pasangan memilih surogasi untuk mendapatkan keturunan.

Adanya gangguan pada rahim

Ada banyak gangguan yang bisa terjadi pada rahim sehingga membuat rahim tersebut tidak mampu untuk mengandung janin. Penyebabnya bisa karena penyakit atau genetika. Beberapa di antaranya:

  • Sindrom MRKH atau Mayer Rokitansky Kuster Hauser, yakni kondisi di mana vagina, serviks, dan rahim tidak berkembang dengan seharusnya. Wanita yang memiliki sindrom ini biasanya tidak mengalami menstruasi dan tidak memiliki rahim.
  • Servisitis, adalah kondisi serviks atau leher rahim mengalami peradangan, iritasi, atau luka. Akibat dari servisitis ini lapisan serviks akan mengalami pembengkakan, kemerahan, hingga mengeluarkan nanah di dalam leher rahim. Sehingga, akan timbul masalah kesuburan dan susah hamil.
  • Bentuk dan letak rahim abnormal, cukup banyak terjadi pada wanita. Sekitar 20% – 30% wanita mengalami kondisi rahim tidak normal. Namun, sebagian dari beragam jenis rahim abnormal ini masih bisa diperbaiki dan memungkinkan untuk memiliki keturunan, dan sebagiannya tidak, seperti kasus unicorniate uterus. Contoh kondisi tersebut membuat rahim hanya terbentuk setengah sehingga sulit memiliki peluang hamil.

Adanya gangguan hormon

Di dalam tubuh wanita terdapat banyak hormon yang memengaruhi kemampuan untuk hamil. Maka, bila hormon tersebut terganggu akan bisa menyebabkan sulit hamil. Beberapa di antaranya:

  • Prematur ovarian failure (POF), kondisi di mana tubuh tidak bisa memproduksi esterogen yang membuat rahim tidak berfungsi secara normal sehingga membuat susah hamil.
  • Autoimun, suatu penyakit yang membuat sistem imun menyerang sel-sel normal di dalam tubuhnya. Sehingga, jaringan yang sehat akan menjadi rusak dan terganggu, termasuk pula jaringan organ reproduksi.
  • Hipotiroidisme, yakni gangguan kelenjar tiroid yang memproduksi hormon pertumbuhan dan perkembangan. Bila gangguan hormon tiroid ini terjadi maka akan memengaruhi fungsi organ reproduksi pula. Tidak hanya menyebabkan susah hamil, bagi wanita yang sedang dalam masa kehamilan menderita hipotiroidisme, ia akan berisiko mengalami komplikasi kehamilan, seperti keguguran, lahir prematur, dan gangguan lainnya. 

Umur yang sudah tua 

Pada usia 35 tahun, wanita sudah mengalami penurunan masa subur, sehingga memungkinkan untuk mengalami kondisi susah hamil. Selain itu, dikhawatirkan pula akan terjadi komplikasi kehamilan bila mengandung di atas usia tersebut. 

Risiko yang dikhawatirkan akan terjadi bila wanita yang sudah tua tetap mengandung adalah keguguran, kelahiran prematur, preeklampsia, hingga adanya kecacatan saat lahir. Tidak hanya untuk bayi, kehamilan di usia ini juga dapat membahayakan bagi ibu.

Maka dari itu, bagi pasangan yang sudah terlalu tua tetapi masih menginginkan untuk mempunyai keturunan, mereka akan mencoba untuk melakukan proses surogasi ini.

 Homoseksual 

Homoseksual dapat diartikan sebagai adanya ketertarikan secara personal, emosional, maupun seksual kepada orang lain yang berjenis kelamin sama. Sehingga, pasangan tersebut tidak dapat memiliki keturunan secara biologis, sebab tidak memiliki sel telur atau sperma.

Pasangan homoseksual di berbagai negara sudah melakukan surogasi ini untuk mendapatkan keturunan. Mereka menggunakan surogasi jenis tradisional, yakni menggunakan sel telur ibu pengganti untuk mendapatkan calon embrio. 

Keempat poin di atas merupakan beberapa alasan yang menyebabkan pasangan tersebut memutuskan melakukan hal ini untuk tetap mendapatkan keturunan. Di Indonesia sendiri, metode surogasi ini masih belum mendapatkan izin di dalam undang-undang. 

Jika Anda dan pasangan mengalami beberapa alasan di atas, lakukanlah konsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk mengetahui metode yang tepat untuk menjalani program kehamilan.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*