Ketahui Faktor Risiko dan Gejala Meningitis TB

  • November 2, 2021

Meningitis TB adalah salah satu varian tuberkulosis (TBC) yang cukup parah. Untungnya, kasus meningitis termasuk yang paling jarang terjadi pada penderita TBC.

TB atau TBC adalah penyakit yang dapat menular melalui udara (airborne/droplet) yang biasanya menyerang paru-paru. Namun, TB juga dapat menyerang organ lain jika infeksi menyebar.

TBC disebabkan oleh bakteri khusus yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Jika infeksi tidak segera diatasi, bakteri dapat menyebar melalui aliran darah ke organ dan jaringan tubuh lainnya.

Nah persebaran bakteri inilah yang dapat menyebabkan kasus TB di area tubuh tertentu. Secara umum ada 10 jenis TB yang sering terjadi, yaitu:

  • TB paru
  • TB milier
  • TB limfadenitis
  • TB tulang
  • TB liver
  • TB urogenital
  • TB saluran pencernaan
  • TB peritonitis
  • TB kulit
  • TB meningitis

Dalam kasus meningitis TB, artinya bakteri menyebar ke meninges, yaitu membran tipis yang melindungi otak dan tulang belakang. Infeksi bakteri di area ini dapat menyebabkan kondisi mematikan yang disebut meningitis TB.

Faktor risiko

TB menyebar melalui bakteri, artinya setiap orang dari segala usia dapat mengalami penyakit ini. Meski begitu, orang-orang dengan masalah kesehatan khusus mungkin memiliki risiko lebih besar terkena meningitis TB.

Ada beberapa faktor risiko TB meningitis yang perlu diperhatikan, termasuk riwayat:

  • HIV/AIDS
  • Sistem imun melemah
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Diabetes melitus

Kasus meningitis jarang terjadi di negara yang dengan tingkat vaksin tinggi sejak usia dini. Di Indonesia, kasus ini juga cukup langka karena tingginya imunisasi anak sejak dini.

Gejala meningitis TB

TB meningitis adalah salah satu jenis TB dengan gejala yang sulit dikenali. Pada umumnya pasien akan mengalami gejala umum seperti penyakit biasa, lalu berkembang perlahan menjadi gejala meningitis.

Dalam tahap awal infeksi, gejala yang mungkin dirasakan termasuk:

  • Demam tingkat rendah
  • Mudah merasa lelah
  • Badan terasa tidak enak

Jika diamati, gejala-gejala tersebut dapat terjadi pada banyak penyakit. Inilah sebabnya TB meningitis sulit dikenali. Namun, dalam tahap infeksi lanjut, gejala yang mungkin dirasakan termasuk:

  • Demam
  • Sering merasa bingung
  • Mual dan muntah
  • Merasa lesu
  • Mudah marah
  • Tidak sadar atau pingsan

Diagnosis meningitis TB

Segera temui dokter jika Anda mencurigai masalah TB meningitis. Dokter akan melakukan pengamatan fisik dan menanyakan gejala serta riwayat medis Anda.

Dokter mungkin menyarankan tes lanjutan jika merasa Anda menunjukkan gejala meningitis. Ada beberapa tes yang mungkin dilakukan, yaitu:

  • Lumbar puncture/spinal tap, yaitu pengambilan cairan dari tulang belakang dan melakukan analisis di lab
  • Biopsi meninges/meningen
  • Kultur darah
  • Rontgen dada
  • CT scan kepala
  • Tes kulit untuk tuberkulosis (PPD)

Komplikasi

Komplikasi akibat TB meningitis perlu diwaspadai dan umumnya mengancam nyawa, di antaranya:

  • Kejang-kejang
  • Gangguan pendengaran
  • Kerusakan otak
  • Stroke
  • Peningkatan tekanan di otak
  • Kematian

Jika tekanan di otak meningkat, umumnya akan terjadi kerusakan otak permanen yang tidak bisa disembuhkan.

Pengobatan TB

Saat ini sudah disediakan paket pengobatan TB dengan beberapa obat, yaitu:

  • Isoniazid
  • Rifampicin
  • Pyrazinamide

Dokter lalu akan menambahkan beberapa obat lagi yang disesuaikan dengan kondisi Anda. Artinya, pengobatan untuk TB meningitis mungkin berbeda-beda pada setiap kasus penderita.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah penyakit meningitis TB adalah dengan mencegah infeksi virus TB. Saat ini di Indonesia pemerintah telah melakukan imunisasi BCG, yaitu vaksin khusus yang dirancang untuk mencegah kasus TB serius, termasuk TB meningitis.

Cara Mengatasi Telapak Tangan yang Sakit

Cara Mengatasi Telapak Tangan yang Sakit

  • October 27, 2021

Pernahkah Anda mengalami kondisi telapak tangan sakit? Rasa sakit pada telapak tangan memang sungguh menyiksa karena rasa tersebut menghalangi Anda untuk melakukan aktivitas harian dengan baik seperti mengetik.

Seperti yang sudah Anda tahu bahwa mengetik merupakan salah satu kegiatan yang penting terutama pada perkantoran untuk mengetikkan dokumen, artikel, notulensi, dan sebagainya yang terkadang tindakan itu dapat melebihi batas kewajaran sehingga akhirnya tangan Anda mengalami pegal dan nyeri.

Anda pun tidak terlalu memedulikan kondisi tersebut karena hal tersebut merupakan hal yang biasa sehingga Anda mengabaikannya.

Padahal kondisi tangan yang nyeri tersebut pertanda bahwa Anda sebenarnya sedang terserang penyakit-penyakit yang bisa kronis sifatnya.

Atau dalam waktu dekat mengalami sindrom terowongan karpal yang menyebabkan Anda mengalami nyeri dan kesemutan.

Jika sudah seperti ini sebaiknya Anda segera melakukan beberapa cara untuk mengatasi rasa tidak nyaman pada telapak tangan Anda. Seperti apa saja caranya? Simak di bawah ini!

Istirahatkan tangan sebentar dan pijat

Saat Anda sudah merasakan kelelahan yang cukup parah pada tangan, Anda bisa terlebih dahulu mengistirahatkan tangan sebentar kemudian pijat-pijat.

Ini adalah cara paling mudah yang bisa Anda lakukan saat pekerjaan harian menumpuk. Lakukanlah selama 10 menit agar pegal dan sakit di tangan Anda menghilang.

Kompres dengan es batu

Anda juga bisa mengatasi telapak tangan sakit dan terasa ngilu dengan mengompreskan tangan Anda memakai es batu.

Lakukanlah selama 15 menit. Jika Anda tidak tahan terhadap rasa dingin yang dihasilkan, Anda bisa menggantinya dengan air hangat. Cara-cara ini setidaknya dapat meminimalkan nyeri dan meredakan pembengkakan sehingga Anda dapat beraktivitas kembali.

Konsumsi nanas dan pisang

Mengonsumsi 2 buah tropis ini juga akan membantu usaha Anda untuk dapat mengatasi rasa pegal berujung nyeri pada telapak tangan Anda.

Nanas diketahui mengandung bromelain yang sangat ampuh meredakan pembengkakan dan merangsang produksi protein antiperadangan dalam tubuh.

Sedangkan pisang adalah buah yang kaya akan vitamin B6 yang dapat mengurangi frekuensi munculnya kembali sindrom terowongan karpal di tangan Anda.

Selain itu, konsumsilah makanan dan minuman vitamin C supaya dapat meredakan nyeri pada telapak tangan.

Beberapa cara di atas adalah cara yang bisa Anda lakukan dengan mudah sehingga tidak perlu ke dokter.

Namun jika Anda mengalami rasa sakit yang cukup parah seperti adanya luka terbuka, tangan yang berubah bentuk, kesemutan, kebas, tertusuk, segeralah konsultasikan ke dokter.

Jangan sampai Anda terlambat konsultasi sebab jika terlambat pemberian diagnosis dan terapi menjadi tidak berguna sama sekali.

Pemberian ini justru akan menghambat optimalisasi penyembuhan pada nyeri dan pembengkakan di tangan Anda dan dapat bersifat jangka panjang untuk efeknya.

Selain diagnosis dan terapi, terdapat juga beberapa pemeriksaan lain untuk menunjang seperti pemeriksaan dengan sinar X, CT scan, MRI atau USG.

Hasil dari pemeriksaan-pemeriksaan ini akan dapat menentukan tindakan penanganan yang paling tepat.

Namun jika hasilnya meragukan, pemeriksaan dapat dilakukan dengan artroskopi dengan menggunakan kamera dan alat kecil seukuran pensil.

Untuk terapi yang dilakukan bergantung pada tingkat keparahan serta kondisi umum yang dimiliki pasien, dan jenis cederanya. 

Semua hal ini menjadi faktor-faktor yang dipertimbangkan saat hendak melakukan terapi. Adapun terapi yang dapat dilakukan adalah sama seperti seperti yang bisa Anda lakukan, yaitu mengistirahatkan tangan yang cedera dan mengompresnya dengan air dingin kemudian konsumsi obat-obatan pereda nyeri, dan pemberian alat bantu berupa splint dan fisioterapi.

Jika semua terapi ini tidak berhasil, dokter akan meminta pasien untuk melakukan operasi sebagai pengobatan telapak tangan sakit.

penyebab asma

Waspadai Penyebab Asma, Lakukan Langkah Pencegahan Ini

  • October 14, 2021

Asma memang penyakit yang tidak bisa disembuhkan, namun Anda tetap bisa melakukan sejumlah cara untuk mencegah serangan asma. Jika dikelola dengan baik sehingga Anda tidak terpapar hal-hal yang bisa menjadi penyebab asma kumat, risiko serangan asma pun bisa sangat diminimalkan. 

Seseorang dengan riwayat asma bahkan bisa tidak mengalami asma selama bertahun-tahun jika mengetahui trik pencegahan serangan penyakit ini yang tepat. Tanpa disadari, langkah untuk mencegah asma Anda kambuh sebenarnya sangat simpel dan bisa dilakukan sehari-hari. 

Jauhi risiko penyebab asma berikut ini!

Jadi, apa saja langkah pencegahan yang efektif menekan risiko serangan asma berulang bagi penderitanya? Tentu saja Anda mesti menghindari penyebab asma kumat dengan cara melakukan hal-hal di bawah ini. 

Jangan Merokok 

Asap merupakan salah satu pemantik serangan asma yang hampir sebagian besar diketahui. Namun, banyak juga penderita asma yang mengabaikannya dengan membiarkan dirinya terpapar asap secara berlebihan, bahkan sampai melakukan kebiasaan yang menimbulkan asap tersebut dengan merokok. Jelas ini meningkatkan peluang serangan asma kumat. Jika Anda tidak mau asma Anda kambuh, segeralah memutuskan berhenti merokok atau jangan menyentuh rokok sama sekali. 

Pemanasan Sebelum Olahraga 

Hampir 80 persen orang yang menderita asma akan mengalami kumat ketika berolahraga. Aktivitas yang tergolong berat ini memang bisa membuat saluran udara di tubuh Anda menyempit sehingga menjadi penyebab asma. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh berolahraga sama sekali ketika sudah terdiagnosis asma. Justru dengan rutin berolahraga, kondisi saluran udara akan lebih terlatih. Anda bisa tetap berolahraga, namun didahului dengan pemanasan sekitar 10—15 menit. Ini akan meminimalkan risiko serangan asma saat Anda sedang berolahraga. 

Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi 

Tidak jarang alergi menjadi penyebab asma, tidak terkecuali dari makanan. Jadi kalau Anda tahu memiliki makanan yang menjadi pemantik alergi, sebaiknya Anda tidak mengonsumsinya agar serangan asma tidak perlu Anda alami. 

Menjaga Berat Badan Ideal 

Inilah salah satu risiko ketiak Anda memiliki berat badan berlebih, yaitu asma Anda akan mudah kumat. Soalnya, berat badan berlebih membuat jaringan lemak makin banyak dalam tubuh sehingga memicu produksi hormon adipokin. Hati-hati, ini merupakan jenis hormon yang membuat peradangan di salura pernapasan sehingga menjadi penyebab asma. Untuk itu, sangat penting menjaga berat badan ideal agar asma Anda tidak sering kumat. Perhatikan kalori yang masuk agar tidak berlebih dan olahraga secukupnya menjadi kunci sukses untuk berat badan ideal. 

Makan Tepat Waktu 

Makan tepat waktu akan mencegah asam lambung naik sampai ke tenggorokan sehingga mencegah terjadinya masalah saluran pernapasan, tidak terkecuali asma. Sebaliknya, sering telat makan akan memicu terjadinya maag dan naiknya asam lambung sehingga Anda harus berhadapan dengan serangan asma yang kambuhan berulang kali. 

Tidak Sembarangan Minum Obat 

Pastikan selalu mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter dan tidak sembarangan membeli obat pereda nyeri di warung atau toko obat. Pasalnya, ibuprofen ataupun aspirin yang merupakan pereda nyeri justru sangat ampuh memantik serangan asma. Jangan lupa memberi tahu dokter mengenai riwayat asma Anda agar obat yang diberikan tidak menimbulkan efek samping terhadap gejala asma yang kumat. 

Jaga Asupan Vitamin C 

Sangat penting bagi penderita asma untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian yang dianjurkan. Vitamin C yang cukup akan membuat imunitas tubuh terjaga sehingga infeksi virus dan bakteri penyebab flu ataupun pilek bisa diminimalkan. Asal tahu saja, flu dan pilek kerap membuat asma Anda kumat. 

Kerap Lakukan Meditasi 

Tingkat emosi yang berlebihan sangat mudah menjadi penyebab asma Anda kumat. Mulailah untuk mengendalikan tingkat emosi, baik sedih yang berlebihan maupun senang yang terlampau batas, dengan melakukan meditasi secara rutin. Kebiasaan baik ini akan sangat berpengaruh ke tingkat kekambuhan asma Anda yang menurun drastis. 

*** 

Bagaimanapun, melakukan pencegahan terhadap suatu penyakit akan lebih mudah dan murah dibandingkan Anda harus sakit terlebih dahulu kemudian mengobatinya. Tidak terkecuali dengan riwayat asma Anda, menghindari dan mengelola penyebab asma dengan baik akan membuat Anda lebih nyaman dan aman menjalani aktivitas harian karena tidak terlalu takut dengan serangan asma yang tiba-tiba.

Ketahui Cara Menghilangkan Memar dengan Mudah

Ketahui Cara Menghilangkan Memar dengan Mudah

  • September 30, 2021

Kita semua pernah mengalami kondisi memar, bukan? Entah itu dari kelas olahraga, bermain olahraga, atau hanya karena kecerobohan kita sendiri, memar cukup umum. Sempat terpikirkan bagaimana cara menghilangkan memar yang cepat dan aman?

Memar adalah luka yang disebabkan oleh beberapa benturan yang kemudian menyebabkan pecahnya pembuluh darah di bawahnya, mengakibatkan kulit berubah warna pada tubuh, itulah sebabnya memar kita cenderung berubah warna selama siklus hidupnya.

Setelah Anda memar, Anda akan memiliki tanda hitam-biru di kulit Anda hingga 2 minggu. Memar harus berubah warna saat sembuh. Anda kemungkinan juga akan mengalami rasa sakit serta bengkak. Ini akan sangat menyakitkan dalam beberapa hari pertama setelah cedera Anda.

Saat Anda memar, ada beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk membantu proses penyembuhan dengan cara menghilangkan memar

Apa Penyebab Memar? Siapa yang Mudah Memar?

Pengobatan rumahan seperti di bawah ini sangat aman bagi Anda yang mengalami memar ringan serta bisa membantu menghilangkan memar lebih cepat. 

  • Orang biasanya mendapatkan memar di tubuh ketika mereka menabrak sesuatu atau ketika sesuatu menabrak mereka. Faktor risiko memar meliputi:
  • Memar bisa terjadi bagi  beberapa orang ketika berolahraga dengan keras, seperti atlet angkat besi. Memar ini terjadi akibat robekan mikroskopis pada pembuluh darah di bawah kulit. Memar pada atlet juga dapat terjadi akibat benturan/trauma langsung dan disertai dengan hematoma (darah beku).
  • Memar acak yang tidak dapat dijelaskan yang terjadi dengan mudah atau tanpa alasan yang jelas dapat mengindikasikan gangguan pendarahan atau akibat dari obat pengencer darah (antikoagulan), terutama jika memar disertai dengan sering mimisan atau gusi berdarah.
  • Seringkali, apa yang dianggap sebagai memar yang tidak dapat dijelaskan pada tulang kering atau paha, misalnya, sebenarnya diakibatkan oleh benturan pada tiang ranjang atau benda lain dan gagal mengingat cedera tersebut.
  • Memar pada orang tua sering terjadi karena kulit mereka menjadi lebih tipis seiring bertambahnya usia (purpura pikun). Jaringan yang mendukung pembuluh darah di bawahnya menjadi lebih rapuh.
  • Memar di punggung tangan dan lengan (disebut actinic purpura atau solar purpura) terjadi karena kulit di sana sering rusak akibat sinar matahari dan menipis.
  • Memar lebih sering terjadi pada defisiensi vitamin C (defisiensi asam askorbat atau scurvy).
  • Memar bisa menjadi tanda kekerasan fisik terhadap anak (child abuse).
  • Menggunakan alkohol yang tidak benar bisa membuat lebih mudah memar 
  • Kondisi medis tertentu, seperti hemofilia, leukimia, sindrom marfan, penyakit liver, anemia aplastik dapat membuat Anda mudah memar dan berdarah. 
  • Orang yang menggunakan jenis obat tertentu mungkin lebih mudah memar. Obat-obatan ini meliputi: obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin); pengencer darah seperti warfarin (Coumadin), clopidogrel (Plavix), dan heparin; steroid (prednison); dan beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kanker.

Berapa Lama Memar Bertahan?

Sebagian besar memar akan hilang setelah 2 minggu, beberapa memudar kemudian tergantung pada kerusakannya. Tahapan memar biasanya datang dalam empat bagian.

Pada awalnya, Anda akan melihat benjolan yang mulai terlihat kemerahan atau keunguan di tempat Anda dipukul, yang mungkin membengkak atau tidak. Setelah beberapa hari, akan mulai terlihat kebiruan atau kehitaman. Setelah 5 sampai 10 hari, itu akan mulai memudar menjadi warna kehijauan atau kekuningan. Pada 10 sampai 14 hari, itu akan mulai terlihat coklat muda dan menjadi lebih terang dari waktu ke waktu sampai memudar.

Bagaimana Cara Menyembuhkan Memar?

Anda bertanya-tanya bagaimana cara menghilangkan memar dengan cepat?

Memar melewati sejumlah tahap warna-warni saat mereka sembuh. Saat tubuh Anda memperbaiki memar, mereka berubah warna sebagai tanda bahwa tubuh Anda sedang memecah sel darah di kulit. Memar bisa terasa menyakitkan dan terlihat tidak sedap dipandang, untungnya, ada beberapa perawatan memar yang mudah untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.

  1. Terapi Es

Tempelkan es pada memar Anda tepat setelah Anda terluka. Itu bisa mengurangi ukuran memar Anda, yang memungkinkannya sembuh lebih cepat. Suhu dingin dari kantong es membuat darah di daerah itu mengalir lebih lambat. Ini dapat mengurangi jumlah darah yang keluar dari pembuluh darah Anda.

Jangan menaruh es langsung pada memar Anda. Lindungi kulit Anda dengan membungkus es dengan kain lap atau handuk kertas. Lepaskan es setelah sekitar 10 menit. Membiarkannya terlalu lama dapat membahayakan kulit Anda. Tidak apa-apa untuk mengoleskan es pada memar Anda beberapa kali sehari, selama Anda beristirahat setelah melakukannya.

  1. Terapi Panas

Panas meningkatkan aliran darah, dan itu bisa membantu membersihkan memar. Tunggu hingga 48 jam setelah memar muncul, lalu letakkan bantal pemanas atau kompres hangat di atasnya beberapa kali sehari. Anda juga bisa berendam di bak mandi air panas untuk mengurangi rasa sakit dan mengendurkan otot-otot Anda.

  1. Istirahat

Hentikan apa yang Anda lakukan ketika Anda terluka. Itu bisa menjaga agar memar tidak bertambah parah. Jika Anda ditendang selama pertandingan sepak bola, keluarlah dari lapangan. Lepaskan kakimu. Ini memperlambat aliran darah ke memar Anda. Itu seharusnya mencegahnya menjadi lebih buruk daripada jika Anda terus berlarian.

Anda mungkin ingin memijat bagian yang sakit saat Anda beristirahat, tetapi itu adalah ide yang buruk. Itu bisa membuat tempat yang terluka lebih buruk. Anda dapat merusak lebih banyak pembuluh darah di bawah kulit dan membuat area memar menjadi lebih besar.

  1. Kompresi

Kompresi adalah ketika Anda memberi tekanan pada area yang cedera. Ini dapat membantu meringankan pembengkakan yang disebabkan oleh memar. Sebaiknya gunakan perban elastis dan bungkus area tersebut dengan kuat tetapi tidak terlalu kencang.

  1. Pereda nyeri

Rasa sakit Anda akan mulai mereda sekitar 3 hari setelah Anda memar. Sementara itu, jika memar benar-benar sakit atau bengkak, Anda bisa mengonsumsi obat bebas untuk meredakan rasa sakitnya. Seperti ibuprofen atau naproxen dapat digunakan, meskipun ada sedikit peningkatan perdarahan terutama pada pasien lanjut usia atau mereka yang sudah menggunakan pengencer darah.

Tes Apa yang Mendiagnosis Penyebab Memar? Bisakah Mereka Serius?

Jika penyebab kondisi ini adalah cedera, jelas memar dan telah sembuh dengan cara menghilangkan memar dan dokter tidak mencurigai adanya patah tulang, dokter mungkin tidak akan melakukan tes apa pun.

  • Jika ada pembengkakan atau rasa sakit yang parah, dokter mungkin akan melakukan rontgen pada area tersebut untuk memastikan tidak ada tulang yang patah.
  • Apabila memar terjadi sering serta tidak adanya alasan yang jelas, dokter akan melakukan tes darah agar mencari kelainan pendarahan. 
  • Memar tertentu, pola memar dari waktu ke waktu, dan dalam berbagai tahap penyembuhan dapat mengingatkan dokter tentang kemungkinan kekerasan fisik.