Gentasolon, Krim Yang Tepat Untuk Pertolongan Pertama Mengatasi Ruam Kulit Anda

  • November 12, 2021

Ruam kulit merupakan salah satu gangguan pada kulit yang sering terjadi. Kondisi ini ditandai dengan adanya noda kemerahan, bintil atau luka lepuh yang disebabkan karena adanya iritasi atau peradangan. Kadang kala ruam yang muncul pun bisa mengakibatkan rasa gatal yang terkadang memiliki sensasi seperti terbakar. Krim Gentasolon bisa Anda gunakan sebagai langkah utama dalam mengatasi ruam kulit.

Krim Gentasolon mengandung zat aktif fluocinolone acetonide dan gentamicin sulfate yang sangat ampuh dalam mengatasi penyakit kulit yang disertai infeksi bakteri. Jadi, jika Anda mengalami ruam kulit, menjadi pilihan tepat untuk menggunakan krim ini. Ruam kulit sebetulnya bisa hilang dengan sendirinya tetapi ada beberapa jenis ruam kulit yang membutuhkan penanganan intensif agar bisa benar – benar hilang.

Ruam kulit sendiri memiliki karakteristik yang beragam berdasarkan pada penyebab terjadinya ruam kulit. Kondisi ini pun bisa terjadi pada anak – anak atau pun orang dewasa. Berikut ini beberapa jenis ruam kulit beserta dengan karakteristiknya masing – masing.

  1. Herpes zoster

Herpes zoster  yang dikenal dengan cacar api atau cacar ular merupakan penyakit kulit yang terjadi karena adanya infeksi virus. Ruam pada herpes zoster menyebabkan rasa nyeri, gatal atau kesemutan, hingga perih yang hanya muncul di salah satu sisi tubuh dengan pola yang terlihat segaris. Selain itu, kemunculan dari ruam penyakit ini akan diikuti dengan tanda lain seperti bintil merah yang berisi cairan. Nantinya bintil akan berkembang menjadi luka lepuh yang mudah pecah sehingga meninggal luka berkerak pada permukaan kulit.

  1. Kurap

Ruam selanjutnya adalah kurap yang disebabkan karena adanya infeksi jamur di kulit. kurap biasanya muncul di kulit tubuh, kulit kepala, selangkangan atau pun di kuku. Berbentuk cincin yang tebal di bagian tepi dan bersisik di tengahnya merupakan bagian ciri dari ruam ini. Kurap menyebabkan rasa gatal atau perih dan dapat membuat kulit melepuh atau mengelupas.

  1. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak merupakan peradangan pada kulit yang diakibatkan karena terkena paparan zat pemicu alergi atau zat yang menjadi iritan seperti debu, polusi atau produk – produk kosmetik. Ruam dari dermatitis kontak ini akan terasa kasar dan gatal. Ruam ini bisa bertahan hingga 2 minggu sampai 1 bulan dan akan muncul dalam waktu cepat, yaitu beberapa menit atau jam setelah kulit Anda terkena paparan alergen atau zat iritan.

Memang kebanyakan ruam kulit ini tidak berbahaya, tetapi tetap saja Anda perlu mewaspadainya karena beberapa ruam kulit bisa menjadi tanda dari penyakit yang serius. Maka dari itu, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika muncul ruam kulit yang terlihat tidak wajar dan sudah menganggu aktivitas Anda. Pemeriksaan ke dokter harus segera Anda lakukan jika ruam yang terjadi seperti ini.

  • Ruam yang muncul secara mendadak dan secara cepat menyebar
  • Muncul hampir di seluruh bagian tubuh
  • Disertai demam saat ruam terjadi
  • Muncul tanda lain seperti membengkak, nyeri, sampai mengeluarkan cairan kuning kehijauan

Jadi, meski pun sebagai langkah awal pertolongan terhadap ruam bisa diatasi dengan menggunakan krim Gentasolon, Anda tetap perlu mewaspadai setiap perkembangan dari ruam kulit yang terjadi. Anda harus segera memeriksakan ke dokter apabila ruam yang muncul tidak kunjung membaik dan justru disertai dengan gejala lain yang muncul.

Jauhkan Penggunaan Antibiotik dari 7 Penyakit Anak Ini

  • October 28, 2021

Apakah Anda termasuk orang tua yang kerap panik ketika anak mulai sakit, lalu segera membawanya ke dokter dan menuntut pemberian obat? Khususnya terkait penyakit-penyakit yang menyebabkan demam dan nyeri pada anak, pernahkan Anda meminta ada resep untuk penggunaan antibiotik dan dokter memberikannya? 

Bagaimanapun, penggunaan antibiotik tidak bisa menangani berbagai penyakit. Antibiotik hanya efektif meredakan sakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik pada penyakit karena virus maupun jamu justru bisa menimbulkan resistensi antibiotik yang membuat anak mengalami gejala parah jika terpapar penyakit infeksi bakteri di kemudian hari.

Penyakit-penyakit yang kerap menyerang anak-anak, khususnya yang berusia di bawah 5 tahun, umumnya berupa penyakit menular yang dipicu oleh paparan virus. Tentunya pada kondisi ini, penggunaan antibiotik harus dijauhkan. Berikut adalah beberapa penyakit terkait infeksi virus yang sudah menyerang anak Anda. 

Pengobatan gonore yang utama adalah pemberian antibiotik

Pilek 

Pilek merupakan penyakit yang bisa paling sering menimpa anak Anda. Kebanyakan anak kecil bisa mengalami pilek 6—8 kali dalam setahun dan hal tersebut lumrah. Gejala utama dari pilek, antara lain hidung tersumbat dan batuk. Penyakit yang disebabkan oleh paparan virus ini menyerang saluran pernapasan atas anak dan sama sekali tidak memerlukan penggunaan antibiotik sebagai penanganan. Biasanya, gejala pilek akan berlangsung sekitar 10 hari dan dapat sembuh hari dengan memperkuat imunitas anak lewat makanan bergizi dan istirahat yang cukup. 

Batuk 

Kebanyakan batuk yang dialami anak berasal dari infeksi virus. Dalam artian, kondisi anak bisa pulih dengan sendirinya dengan memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Penggunaan antibiotik jelas tidak dianjurkan. Pemakaian obat batuk juga tidak disarankan, khususnya pada anak berusia di bawah 4 tahun karena bisa menimbulkan potensi efek samping yang serius. 

Radang Tenggorokan 

Sakit tenggorokan juga merupakan penyakit yang sering menimpa anak-anak dan ini bisa sangat menyakitkan sampai membuat anak sangat rewel. Infeksi virus umumnya menjadi penyebab kondisi ini hingga menimbulkan peradangan di bagian radang. Tidak diperlukan obat khusus untuk mengatasi radang tenggorokan anak karena penyakit ini bisa sembuh dalam waktu 7—10 hari. 

Influenza 

Banyak orang tua mudah panik ketika mendengar anaknya terdiagnosis mengalami influenza. Tuntutan kepada dokter untuk memberikan resep penggunaan antibiotik pun kerap terlontar agar gejala influenza pada si kecil cepat mereda. Padahal, pengkonsumsian antibiotik pada penderita influenza justru bisa menimbulkan risiko resistensi antibiotik. Bagaimanapun, influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Cara menanganinya hanya dengan menjaga asupan cairan, memperhatikan asupan nutrisi, juga istirahat lebih banyak agar sistem kekebalan tubuh bisa semakin kuat untuk cepat melawan penyakit ini. 

Bronkitis 

Bronkitis merupakan kondisi ketika saluran udara di paru-paru mengalami infeksi. Kondisi ini biasanya terpicu oleh infeksi virus influenza yang tidak tertangani dengan baik. Namun bagaimanapun, bronkitis merupakan kondisi peradangan karena virus sehingga Anda perlu mengabaikan penggunaan antibiotik. 

Nyeri Badan 

Anak-anak mudah mengalami nyeri badan yang menjadi bagian gejala dari penyakit lain. Contohnya ketika anak mengalami influenza atau pilek, risiko merasakan nyeri badan juga sulit dihindari. Jika nyeri badan sudah tidak tertahan, dokter akan memberikan obat pereda nyeri bagi anak, seperti ibuprofen atau acetaminophen. Tentu saja penggunaan antibiotik untuk kasus nyeri badan anak tidak direkomendasikan. 

Gastroenteritis 

Gastroenteritis merupakan istilah medis untuk menggambarkan flu perut. Anak Anda akan menderita mual dan muntah serta feses yang beraira ketika mengalami penyakit yang satu ini. Sama seperti flu lainnya, flu perut juga tidak memerlukan penggunaan antibiotik sebagai penanganan karena kondisi ini umumnya disebabkan oleh virus. 

Penggunaan antibiotik yang tepat memang bisa membuat anak cepat sehat. Namun khusus penyakit-penyakit di atas, konsumsi antibiotik justru bisa menimbulkan risiko efek samping yang lebih besar. Jadi, lebih baik hindari pemakaiannya, ya.

Ini Dosis dan Pemakaian Pim Tra Kol Flu yang Perlu Anda Tahu

  • September 17, 2021

Terdapat banyak sekali obat untuk meredakan flu yang dijual di pasaran. Salah satu obat flu yang banyak dipercaya adalah Pim Tra Kol Flu. Obat ini mengandung berbagai zat aktif yang mampu mengatasi flu, seperti Paracetamol, Gliseril Guaiakolat, Efedrin HCl, dan Klorfeniramin maleat. Bukan hanya untuk mengatasi flu, Pim Tra Kol Flu juga dipercaya dapat menyembuhkan batuk, sakit kepala, dan demam.

Pim Tra Kol Flu merupakan obat flu hasil produksi perusahaan PIM Pharmaceuticals. Obat ini tersedia dalam bentuk sirup yang memiliki berbagai varian rasa pilihan. Ada 3 rasa yang dapat Anda pilih, yakni rasa melon, rasa cherry dan rasa lemon. Untuk mendapatkan manfaat Pim Tra Kol Flu dalam menyembuhkan flu dan keluhan lainnya, Anda perlu mengetahui takaran dosis dan pemakaian yang sesuai dalam meminum obat ini.

Pim-Tra-Kol adalah obat untuk meringankan gejala flu

Dosis Pim Tra Kol Flu

Dosis untuk meminum obat ini dibedakan berdasarkan usia anak dan dewasa.

  1. Untuk anak berusia ½ sampai dengan 1 tahun: ½ sendok takar (setara dengan 2.5 ml) dan diminum sebanyak 3 sampai 4 kali per hari.
  2. Untuk anak berusia 1 sampai dengan 6 tahun: 1 sendok teh (setara dengan 5 ml) dan diminum sebanyak 3 sampai 4 kali per hari.
  3. Untuk anak berusia 6 sampai dengan 12 tahun: 2 sendok teh (setara dengan 10 ml) dan diminum sebanyak 3 sampai 4 kali per hari.
  4. Untuk dewasa: 3 sendok takar (setara dengan 15 ml), lalu diminum sebanyak 3 sampai 4 kali per hari.

Pemakaian Pim Tra Kol Flu

Pim Tra Kol Flu termasuk ke dalam golongan OBT atau Obat Bebas Terbatas. OBT adalah sebutan untuk untuk obat daftar W (W: Waarschuwing, yang berarti peringatan/waspada). Artinya, Pim Tra Kol Flu termasuk kedalam obat keras yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Meskipun demikian, dalam penggunaannya tetap harus memperhatikan dan mematuhi aturan minum yang tercantum pada informasi obat di kemasan.

Untuk kelas terapi Pim Tra Kol Flu sendiri masuk ke golongan obat batuk dan pilek, sehingga pemakaian obat ini baik hanya digunakan bagi orang yang memiliki keluhan batuk maupun pilek. Ketika Anda sedang mengonsumsi obat Pim Tra Kol Flu, pastikan Anda menyimpannya kembali ke tempat dengan suhu di bawah 30 derajat celcius. Suhu ini baik bagi obat agar kandungan zat-zat esensialnya tetap terjaga.

Pim Tra Kol Flu merupakan salah satu jenis obat yang tidak cocok diberikan kepada orang yang hipersensitif terhadap obat. Hipersensitif merupakan suatu kondisi pada sistem kekebalan tubuh yang memberikan reaksi berlebihan terhadap zat-zat tertentu. Jika Anda termasuk ke dalam pasien hipersensitif, sebaiknya hindari pemakaian Pim Tra Kol Flu dan pilih obat flu/batuk yang lainnya. 

Selain itu, pemakaian Pim Tra Kol Flu juga dapat menyebabkan kantuk. Jadi, ketika Anda meminum obat ini, sesaat setelahnya pastikan bahwa Anda tidak memaksakan diri untuk menyetir atau berkendara, karena akan berakibat fatal. Berikan waktu khusus untuk tubuh beristirahat dan tidur agar kinerja obat lebih optimal dalam mengatasi flu maupun batuk. jadi, pastikan dosis dan penggunaan di atas benar-benar Anda perhatikan ya!

Pondex Forte: Dosis, Kegunaan, dan Efek Samping

  • August 31, 2021

Pondex Forte merupakan obat pereda nyeri ringan yang biasa digunakan untuk mengatasi sakit gigi, sakit kepala, serta nyeri sendi dan otot. Pondex Forte mengandung bahan aktif asam mefenamat, obat keras golongan NSAID sehingga penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. 

Simak artikel berikut untuk mengetahui kegunaan dan dosis penggunaan Pondex Forte serta kemungkinan efek samping yang mungkin timbul. 

Komposisi obat

Pondex Forte merupakan obat kaplet salut selaput dengan zat aktif asam mefenamat. Setiap kapletnya mengandung asam mefenamat 500 mg. 

Asam mefenamat memiliki sifat analgetik (pereda rasa nyeri), antiinflamasi (anti-peradangan), dan antipiretik (penurun panas) dengan cara kerja menghambat enzim cyclooxygenase (COX-1 dan COX-2) yang menyebabkan rasa tidak nyaman tersebut. 

Asam mefenamat juga bekerja dengan menghambat sintesis hormon prostaglandin, mediator peradangan yang memicu rasa sakit. Sehingga ketika produksi prostaglandin ditekan, rasa sakit akan berkurang.

Indikasi dan kegunaan 

Pondex Forte berkhasiat untuk meringankan nyeri hingga sedang yang ditimbulkan akibat sakit gigi, nyeri sendi dan otot yang ringan, serta menurunkan demam. Asam mefenamat juga dapat digunakan untuk:

  • Mengatasi nyeri pasca operasi
  • Mengatasi nyeri haid (dismenorea)
  • Sakit kepala
  • Migrain

Dosis dan aturan pakai

Penggunaan Pondex Forte haruslah sesuai resep dokter karena obat ini berlabel obat keras. Umumnya dosis Pondex Forte adalah 1 kaplet sebanyak 2-3 kali sehari bagi dewasa dan anak di atas usia 14 tahun. 

Apabila ada satu dosis yang terlewat, Anda bisa segera meminumnya sebelum jam minum obat terlewat. Namun jika sudah hampir memasuki waktu minum obat berikutnya, jangan konsumsi dosis ekstra dan biarkan dosis sebelumnya. Mengonsumsi obat melebihi dosis yang disarankan dapat meningkatkan risiko efek samping. 

Efek samping yang harus diwaspadai

Setelah mengonsumsi Pondex Forte, beberapa orang mungkin akan mengalami efek samping. Efek samping yang dirasakan setiap individu berbeda-beda, namun efeknya akan menghilang dengan sendirinya. 

Efek samping tersebut antara lain:

  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Kantuk
  • Sakit kepala
  • Reaksi alergi, seperti sesak napas dan ruam pada kulit
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sensasi panas terbakar di dada akibat peningkatan asam lambung 
  • Kesulitan buang air besar

Segera hentikan penggunaan dan temui dokter jika efek tersebut tidak kunjung hilang, gejalanya semakin parah, atau jika Anda merasakan salah satu efek samping di bawah ini:

  • Diare 
  • Kejang
  • Pandangan kabur
  • Gugup
  • Reaksi alergi berat
  • Pendarahan pada lambung
  • Anemia hemolitik
  • Agranulositosis

Siapa saja yang tidak boleh meminum Pondex Forte?

Pondex Forte aman diberikan kepada anak di atas usia 14 tahun dan orang dewasa dengan kondisi sehat. Anak di bawah 14 tahun, wanita hamil, dan wanita menyusui juga bisa mengonsumsi Pondex Forte setelah berkonsultasi dan penggunaannya diizinkan oleh dokter. 

Orang dengan kondisi berikut juga boleh menggunakan Pondex Forte di bawah pengawasan dokter:

  • Orang lanjut usia
  • Penderita penyakit kardiovaskular
  • Pasien gangguan fungsi ginjal dan hati

Hindari konsumsi Pondex Forte jika Anda memiliki salah satu kondisi di bawah ini:

  • Pasien penderita bronkospasma, rhinitis alergi, biduran (urtikaria) atau pengguna obat NSAID yang lain
  • Alergi atau hipersensitif terhadap asam mefenamat
  • Menderita asma
  • Menderita tukak lambung atau peradangan pada saluran pencernaan, seperti gastritis
  • Wanita hamil pada trimester akhir

Catatan

Sebelum menggunakan Pondex Forte, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter. Konsultasikan mengenai jangka waktu penggunaan dan pantangan selama konsumsi obat. Biasanya dokter akan meresepkan asam mefenamat untuk 7 hari, jika digunakan dalam jangka panjang Anda akan diminta untuk melakukan tes darah.

manfaat imboost force

Manfaat Imboost Force Tingkatkan Sistem Kekebalan

  • August 13, 2021

Sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Tanpa adanya sistem kekebalan tubuh, tubuh manusia akan rentan oleh serangan bakteri, virus, dan parasit. Sistem kekebalan tubuh menjaga kita tetap sehat dengan banyaknya virus dan bakteri di lingkungan sekitar. Sistem kekebalan tubuh tersebar di seluruh tubuh dan melibatkan banyak jenis sel, organ, tubuh, dan jaringan. 

Sistem kekebalan tubuh dapat membedakan antara jaringan tubuh dan jaringan asing. Sel-sel yang cacat dan mati juga akan dikenal dan dibersihkan oleh sistem kekebalan tubuh. Sangat penting bagi kita untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap prima agar fungsi penting yang dimilikinya dapat berjalan dengan baik. Anda bisa melakukannya dengan mengonsumsi Imboost Force. Salah satu manfaat Imboost Force adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 

Manfaat Imboost force adalah meningkatkan daya tubuh. Saat sistem kekebalan tubuh bertemu dengan patogen seperti bakteri, virus, dan parasit, respon sistem kekebalan akan dikerahkan. Sistem kekebalan tubuh harus dapat membedakan antara jaringan tubuh dan jaringan asing.

Sistem kekebalan tubuh bekerja dengan cara mendeteksi protein yang ditemukan di permukaan semua sel. Sistem kekebalan tubuh akan belajar untuk tidak menghiraukan protein diri pada tahap awal. Sebuah antigen adalah zat apapun yang dapat memicu respon kekebalan. Dalam banyak kasus, antigen adalah bakteri, jamur, virus, racun, dan zat asing lainnya. Namun, antigen juga dapat berupa sel tubuh Anda sendiri yang cacat atau mati. 

Imunitas

Sistem kekebalan tubuh setiap orang berbeda-beda, namun sistem kekebalan tubuh Anda akan meningkat dengan bertambah dewasa, karena pada usia tersebut, tubuh kita telah terpapar oleh banyak patogen dan telah mengembangkakn daya tahan tubuh yang lebih kuat. Itulah sebabnya mengapa remaja dan orang dewasa lebih jarang sakit apabila dibandingkan dengan anak-anak.

Saat sebah antibodi dihasilkan, sebuah salinan akan berada di tubuh sehingga ketika antigen yang sama muncul kembali, antigen dapat diatasi dengan lebih cepat. Inilah sebabnya dalam kasus beberapa penyakit, seperti cacar air, Anda hanya akan mendapatkannya sekali saja karena antibodi cacar air telah disimpan di dalam tubuh.

Antibodi akan siap dan menunggu untuk menghancurkannya kembali ketika antigen menyerang kembali. Kondisi ini dikenal dengan nama imunitas atau kekebalan. Ada tiga jenis imunitas dalam tubuh manusia, yaitu imunitas bawaan, imunitas adaptif, dan imunitas pasif. 

Kita semua terlahir dengan suatu level imunitas. Sistem imun manusia, sama dengan banyak hewan lainnya, akan menyerang zat-zat asing sejak hari pertama kita dilahirkan. Imunitas bawaan ini termasuk pembatas eksternal tubuh seperti kulit dan selaput mukosa di tenggorokan dan usus. Respon yang dihasilkan lebih bersifat umum dan non-spesifik. Jika patogen berhasil menghindari sistem imun bawaan, sistem imun adaptif akan bekerja. 

Sistem imun adaptif akan melindungi tubuh dari patogen yang berkembang selama kita hidup. Saat kita terpapar penyakit dan mendapatkan vaksinasi, kita akan membentuk perpustakaan antibodi untuk berbagai patogen yang berbeda. Hal ini biasa disebut dengan istilah “immunological memory”, atau sistem imun mengingat musuh tubuh sebelumnya. Sementara itu, imunitas pasif “dipinjam” dari sumber lain, tapi juga tidak akan bertahan lama.

Misalnya, bayi mendapatkan antibodi dari ibu lewat plasenta sebelum dilahirkan dan dari ASI. Imunitas pasif ini akan melindungi bayi dari beberapa infeksi tertentu pada masa-masa awal hidupnya. Agar daya tahan tubuh Anda dan keluarga tetap kuat dalam menghadapi patogen berbahaya, dapatkan manfaat Imboost Force sekarang.

Cara Meredakan Gejala Flu dengan Alpara Kaplet

  • July 30, 2021

Flu adalah infeksi virus yang dapat menyerang sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Pada umumnya, flu bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi terkadang, flu dapat menimbulkan komplikasi yang berdampak fatal dan bisa mematikan. Salah satu cara untuk meredakan gejala flu adalah dengan mengonsumsi obat yang dijual bebas seperti Alpara Kaplet.

Gejala Flu

Gejala flu datang dengan sangat cepat, meliputi:

  • suhu tubuh menjadi tinggi secara tiba-tiba hingga mencapai 38 derajat Celcius atau lebih
  • tubuh terasa sakit
  • merasa lelah 
  • batuk kering
  • sakit tenggorokan
  • sakit kepala
  • sulit tidur
  • kehilangan selera makan
  • diare atau sakit perut
  • merasa sakit.

Anak-anak bisa memiliki gejala yang mirip, tetapi mereka juga bisa merasakan sakit di telinga dan tampak kurang aktif. 

Kapan Harus ke Dokter?

Kebanyakan orang yang terkena flu dapat mengobati sendiri di rumah seperti menggunakan obat yang dijual bebas seperti Alpara Kaplet dan seringkali tidak perlu ke dokter. Jika Anda memiliki gejala flu dan berisiko mengalami komplikasi, segera periksakan kepada dokter Anda. Mengonsumsi obat antivirus dapat mengurangi lamanya flu yang dialami dan membantu mencegah timbulnya masalah yang lebih serius.

Jika Anda memiliki tanda dan gejala darurat flu, segera dapatkan pertolongan medis. Untuk orang dewasa, tanda dan gejala darurat dapat meliputi:

  • Kesulitan bernapas atau mengalami sesak napas
  • Nyeri pada dada
  • Pusing yang berkelanjutan
  • Kejang-kejang
  • Memburuknya kondisi medis yang ada
  • Semakin lemah atau nyeri otot.

Tanda dan gejala darurat pada anak-anak dapat meliputi:

  • Sulit bernafas
  • bibir menjadi berwarna biru
  • Nyeri pada dada
  • Dehidrasi
  • Nyeri otot yang parah
  • Kejang
  • Memburuknya kondisi medis yang ada.

Cara Mengobati Flu

Flu pada umumnya diobati sendiri. Berikut cara yang dapat Anda lakukan untuk mengobati flu sendiri di rumah.

  • Istirahat dan tidur dengan cukup.
  • Menjaga tubuh tetap hangat.
  • Minum parasetamol atau ibuprofen untuk menurunkan suhu tubuh dan mengobati sakit dan nyeri.
  • Minum banyak air untuk menghindari dehidrasi (air kencing Anda harus berwarna kuning muda atau jernih).

Apoteker dapat memberikan saran obat dan merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi obat flu. Berhati-hatilah untuk tidak menggunakan obat flu jika Anda sedang mengonsumsi tablet parasetamol dan ibuprofen karena mudah dikonsumsi melebihi dosis yang disarankan.

Anda juga dapat mengonsumsi Alpara Kaplet untuk meredakan gejala flu. Alpara Kaplet mengandung Paracetamol 500 mg, Phenylpropanolamine hydrochloride 12,5 mg, Chlorpheniramine maleate 2 mg dan, Dextromethorphan hydrobromide 15 mg.

Paracetamol yang terkandung dalam Alpara Kaplet dapat memberikan efek pereda nyeri (analgesik) dengan cara meningkatkan ambang batas nyeri. Selain itu, paracetamol juga mampu memberikan efek penurun demam (antipiretik) melalui tindakan langsung pada pusat pengatur panas hipotalamus di otak. Hal ini menyebabkan peningkatan pembuangan panas melalui keringat dan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi).

Kandungan phenylprophanolamine dalam Alpara Kaplet merupakan obat untuk mengatasi hidung tersumbat (dekongestan) yang bekerja dengan cara menyempitkan atau mengecilkan pembuluh darah vena dan arteri di tubuh. Penyempitan pembuluh darah di sinus, hidung, dan dada memungkinkan drainase atau penyaluran di area tersebut, sehingga mengurangi penyumbatan.

Kandungan chlorpheniramine maleat diketahui mampu mengurangi gejala alergi dengan cara mencegah efek histamin, yaitu zat yang dapat memicu reaksi alergi di tubuh.

Dextrometorphan digunakan untuk meredakan batuk yang disebabkan karena flu biasa atau kondisi lainnya. Dextrometorphan dapat meredakan batuk, tetapi tidak akan mengobati penyebab batuk atau mempercepat pemulihan. Dextrometorphan sendiri merupakan obat antitusif yang bekerja dengan cara mengurangi aktivitas di bagian otak yang menyebabkan batuk.

Untuk Anda yang sedang ingin meredakan gejala flu, Anda bisa mengunakan Alpara Kaplet yang dapat dibeli dengan harga Rp8.000 kemasan 1 strip isi 10 kaplet.

Apa Sajakah Kandungan dan Khasiat Panadol Anak?

  • June 16, 2021

Pada usia kurang dari satu tahun, bayi memang lebih rentan terkena penyakit. Pun, dengan anak usia di bawah 3 tahun. Namun, beberapa penyakit yang menyerang biasanya adalah penyakit yang umum diderita. Misalnya saja seperti, demam, pilek atau flu. 

Orang tua biasanya akan selalu menyediakan berbagai obat untuk kondisi darurat jika si kecil sakit. Nah, salah satu obat yang paling sering ada di rumah adalah Panadol Anak. Lalu apa saja khasiat yang diberikan oleh obat tersebut? Simak terus ulasannya pada artikel berikut, ya!

Apa itu Panadol Anak?

Panadol Anak Drop adalah obat yang berkhasiat untuk meredakan nyeri ringan pada bayi. Panadol Anak ini mengandung parasetamol yang dipercaya dapat bermanfaat sebagai pereda nyeri (analgetik), penurun panas (antipiretik), serta bersifat meredakan peradangan pada tubuh. 

Beberapa penyakit atau gejala yang bisa diatasi oleh obat ini, antara lain:

  • Flu 
  • Pilek
  • Sakit gigi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot (setelah vaksinasi)
  • Meredakan nyeri karena tumbuh gigi

Panadol Anak Drop ini adalah jenis obat yang tidak membutuhkan resep dokter atau Anda dapat membelinya di apotek-apotek terdekat. 

Meskipun begitu, efek samping dari obat ini mungkin saja terjadi, misalnya seperti gangguan pencernaan, yang meliputi:

  • Mual 
  • Muntah
  • Nyeri pada perut bagian atas
  • Feses berwarna agak gelap
  • Gatal dan ruam di kulit
  • Tubuh terasa kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan

Kandungan parasetamol pada Panadol Anak

Kandungan yang terdapat pada Panadol Anak adalah parasetamol. Parasetamol sendiri adalah obat yang digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit. Penggunaan parasetamol pada anak memang harus sesuai dengan anjuran yang disarankan. 

Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi parasetamol dapat berbahaya bagi hati anak Anda. Anda perlu mengetahui berapa dosis yang tepat sebelum memberikannya pada anak Anda. Berikan tidak lebih dari 4 kali dalam 24 jam. 

Tanda-tanda overdosis mungkin termasuk merasa mual, muntah, diare, kulit atau mata kuning, nafsu makan yang buruk, kebingungan atau kantuk yang ekstrim. 

Namun, perlu Anda perhatikan bahwa obat ini hanya dapat digunakan 3 hari saja. Jika dalam tiga hari kondisi tak juga kunjung membaik maka ada baiknya untuk segera menghubungi dokter atau berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter anak Anda. 

Kapan harus membeerikan parasetamol?

  • Jika anak Anda membutuhkan bantuan rasa sakit selama siang dan malam selama beberapa hari, Anda bisa memberinya parasetamol. Hal ini akan membantu mengatasi rasa sakit dengan aman selama beberapa hari tanpa risiko. 
  • Jika anak Anda mengalami nyeri yang datang dan pergi, berikan dosis parasetamol saat pertama kali mengeluh nyeri. Tunggu setidaknya 4 jam sebelum memberikan dosis lain. 
  • Anda tidak boleh memberi anak Anda lebih dari empat dosis parasetamol dalam 24 jam, jadi Anda mungkin harus menunggu hingga 6 jam di antara dosis. 
  • Jangan lupa untuk mengingat kapan Anda memberikan setiap dosisnya. 

Parasetamol adalah obat sehari-hari, tetapi berpotensi berbahay jika terlalu banyak dikonsumsi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Simpan obat ini dari jangkauan anak-anak, dan jauhkan dari paparan sinar matahari dan panas secara langsung. Namun, Anda tidak perlu menyimpannya di dalam kulkas

Kesimpulannya, Panadol Anak adalah obat yang digunakan untuk mengatasi rasa nyeri pada anak yang mengandung parasetamol. Obat ini termasuk dalam jenis obat tanpa resep atau bisa didapatkan di apotek terdekat. Anda dapat melihat aturan penggunaan yang terdapat pada kemasan untuk aturan pakainya. Tetap ikuti anjuran dosis untuk menghindari efek samping. 

Galtaren, Obat Oles yang Bantu Redakan Gejala Osteoartritis

  • June 9, 2021

Osteoartritis adalah radang sendi kronis yang sering terjadi pada orang tua, dan bisa menyerang orang dewasa dari segala usia. Di Amerika, osteoartritis merupakan penyebab utama kecacatan. 

Osteoartritis tak bisa disembuhkan, tapi dengan mengoleskan Galtaren ke bagian yang sakit gejala yang dirasakan, termasuk bengkak dan nyeri bisa berkurang. 

Penyebab osteoartritis

Osteoartritis merupakan salah satu bentuk artritis yang paling umum. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan semakin aus dan berkurang fungsinya. Tulang rawan adalah jaringan kuat dan licin yang terletak diantara kedua sendi agar tidak saling bergesekan satu sama lain. 

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko osteoartritis, meliputi:

  • Usia. Risiko osteoartritis meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Jenis kelamin. Wanita berisiko lebih tinggi daripada pria. 
  • Berat badan. Kegemukan membuat sendi lebih terbebani sehingga rentan menyebabkan artritis.
  • Cedera sendi, seperti tulang rawan robek, sendi terkilir, dan cedera ligamen akibat olahraga atau kecelakaan.
  • Tekanan berulang pada sendi yang disebabkan oleh pekerjaan atau olahraga yang Anda lakukan.
  • Menderita penyakit metabolik tertentu, termasuk diabetes dan kadar zat besi berlebih dalam darah (hemokromatosis). 

Gejala osteoartritis

Osteoartritis berkembang secara bertahap dan memburuk seiring waktu. Tanda dan gejala meliputi:

  • Rasa sakit selama atau setelah gerakan
  • Kekakuan sendi yang paling terlihat saat bangun tidur atau setelah bergerak
  • Sendi terasa lunak saat ditekan
  • Pembengkakan akibat peradangan jaringan lunak di sekitar sendi

Galtaren gel efekif ringankan gejala osteoartritis

Galtaren mengandung diklofenak dietilamin, obat NSAID yang berkhasiat untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit. 

Diklofenak tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, larutan, krim, gel, supositoria, atau koyo. Diklofenak topikal diindikasikan untuk meringankan sakit dan nyeri, serta masalah dengan sendi, otot, dan tulang seperti:

  • Rheumatoid arthritis, osteoartritis, dan asam urat
  • Keseleo dan ketegangan pada otot dan ligamen akibat salah urat, terkilir, dan memar 
  • Sakit punggung
  • Ankylosing spondylitis, atau radang tulang belakang dan bagian tubuh lainnya

Diklofenak oral bisa digunakan untuk mengobati sakit gigi dan migrain. 

Dosis dan aturan pakai

Galtaren gel merupakan obat bebas terbatas yang bisa dibeli secara bebas di apotek namun dianjurkan digunakan sesuai saran dokter. Penggunaannya seperti obat oles biasa, yaitu mengoleskan gel tipis-tipis sebanyak 3-4 kali sehari pada area yang sakit. Tunggu hingga 4 jam sebelum mengoleskannya lagi.

Jika Anda lupa menggunakan obat, jangan terapkan dosis ganda untuk mengganti dosis yang terlupa. Mengoleskan diklofenak terlalu banyak dapat menyebabkan iritasi. 

Menggunakan Galtaren gel sesuai dosis jarang menyebabkan efek samping, namun beberapa orang mungkin mengalami efek samping seperti:

  • Lebih sensitif terhadap sinar matahari
  • Ruam kulit
  • Kering atau iritasi, seperti eksim
  • Gatal atau meradang (dermatitis)

Hindari penggunaan Galtaren gel jika Anda hipersensitif terhadap komponen obat atau menderita asma, urtikaria, atau rinitis akut yang disebabkan oleh Asam Salisilat atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya. 

Terapi pengobatan lainnya

Selain obat NSAID, parasetamol dan duloxetine juga bisa digunakan untuk membantu meringankan gejala osteoartritis. Terkadang dokter mengombinasikan terapi obat dengan terapi fisik. 

Jika perawatan konservatif tidak membantu, dokter akan menawarkan prosedur lainnya, antara lain:

  • Suntikan kortison. Dokter akan menyuntik obat kortikosteroid untuk meredakan nyeri sendi yang akan diberikan sebanyak 3-4 suntikan setiap tahun.
  • Injeksi pelumasan. Dokter menyuntikkan asam hialuronat untuk mengurangi rasa sakit dengan memberikan bantalan di lutut. 
  • Operasi untuk menyelaraskan tulang dan mengganti sendi yang rusak dengan plastik dan logam. 

Catatan

Sebelum menggunakan Galtaren, diskusikan dengan dokter terkait hal-hal yang boleh dilakukan dan pantangannya, serta jangka waktu penggunaan obat. Penggunaan obat NSAID tidak bisa dihentikan secara mendadak, sehingga perlu konsultasi sebelum mengganti obat.