Konsultasi Penyakit Paru ke Pakar Pulmonologi, Ketahui Divisinya Dulu!

  • July 30, 2021

Pandemi membuat nama istilah pulmonologi jadi semakin sering terdengar, baik di media massa maupun dari mulut ke mulut. Ini bukan sesuatu yang mengherankan karena Covid-19 memang salah satu virus yang turut menyerang saluran pernapasan penderitanya. Karenanya, banyak pasien terinfeksi Covid-19 yang harus berkonsultasi dengan ahli pulmonologi di rumah sakit.

Profesi yang akrab dikenal sebagai dokter spesialis paru-paru ini memiliki keilmuan yang mumpuni seputar keseluruhan sistem pernapasan manusia, antara lain:

  • Tenggorokan (faring)
  • Kotak suara (laring)
  • Batang tenggorokan (trakea)
  • Tabung bronkial
  • Paru-paru dan berbagai organ penyusunnya seperti bronkiolus dan alveoli
  • Diafragma

Meski begitu, tiap ahli pulmonologi juga umumnya terbagi ke dalam beberapa divisi keilmuan masing-masing. Apa saja?

Divisi Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Divisi ini terdiri dari dokter spesialis paru yang fokus pada pemberian tindakan medis dan perawatan untuk pasien dengan penyempitan saluran pernapasan. Penyempitan ini umumnya disebabkan oleh adanya penyakit asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Divisi Pulmonologi Intervensi dan Gawat Darurat Napas

Divisi yang fokus pada pemberian diagnosis dan tindakan medis non bedah yang ditujukan untuk memperbaiki gangguan pada saluran napas bawah akibat adanya benda asing tumor, hingga pneumothorax. Selain itu, divisi ini juga menangani penyakit paru seperti efusi pleura, batuk darah, hingga henti napas.

Divisi Paru dan Kerja Lingkungan

Seperti namanya, divisi ini khusus mengatasi berbagai penyakit paru yang disebabkan oleh paparan partikel-partikel asing yang berbahaya akibat pekerjaan. Misalnya saja pekerja bangunan yang rentan dengan serat asbes dan debu silika atau pekerja laboratorium yang mudah terkena paparan bahan kimia.

Divisi Infeksi

Pada divisi infeksi, dokter spesialis paru akan fokus menangani berbagai penyakit paru yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, bahkan parasit. Penyakit-penyakit yang ada di bawah area perawatan mereka antara lain bronkitis, pneumonia, dan tuberkulosis paru.

Divisi Onkologi Toraks

Divisi ini secara khusus menangani pengidap kanker ataupun tumor di saluran pernapasan bagian bawah. Tak jarang, untuk mengatasi penyakit-penyakit ini dokter di divisi onkologi toraks akan merujuk pasien untuk melewati tindakan medis bedah. Tindakan ini tentunya dilakukan bersama satu tim di rumah sakit.

Divisi Transplantasi Paru

Ini merupakan divisi yang akan mengevaluasi kondisi pasien saat sebelum maupun sesudah melakukan transplantasi paru. Ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan ataupun reaksi penolakan paru-paru baru yang mungkin terjadi.

Tiap divisi di kategori spesialisasi paru-paru memiliki tugas berikut keahliannya masing-masing meski semuanya sama-sama pakar pulmonologi. Penanganan yang tepat hanya bisa dilakukan jika pasien memberitahukan riwayat kesehatan secara lengkap. Tak jarang, agar bisa mengetahui penyakit yang lebih akurat, pulmonologi melakukan serangkaian tes untuk mencari tahu penyakit yang diidap paru-paru seperti:

  • Tes darah untuk melihat kadar oksigen dalam darah
  • Bronkoskopi, tes yang dilakukan untuk melihat situasi dalam saluran pernapasan dan paru-paru
  • Rontgen, tes radiasi yang paling umum dikenal untuk melihat kondisi paru-paru
  • CT-Scan, tes dengan sinar X yang kuat dan berfungsi untuk melihat bagian dalam dada secara lebih detail
  • Spirometri, penguji kinerja paru-paru dengan mengukur seberapa keras pasien dapat menghirup udara masuk dan keluar.

Berbagai tes ini tentu dilakukan oleh pakar pulmonologi sesuai dengan divisinya masing-masing. Agar tidak salah langkah, konsultasikan dulu ke dokter di aplikasi SehatQ. Sekarang dapat diunduh lewat Google Play maupun App Store.