7 Latihan untuk Mengurangi Masalah Anak Jalan Jinjit

7 Latihan untuk Mengurangi Masalah Anak Jalan Jinjit

  • June 17, 2021

Jalan jinjit termasuk masalah serius jika tidak segera diatasi dengan benar. Untuk itu, setidaknya ada latihan-latihan mandiri yang bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi masalah anak jalan jinjit.

Anak jalan jinjit sebenarnya terhitung normal, terlebih jika dia melakukannya untuk bersenang-senang. Namun, ada batasan sampai kapan jalan berjinjit dapat dimaklumi.

Umumnya anak akan berhenti jalan jinjit jika sudah mencapai usia 2 tahun. Jika lebih dari itu, mungkin ada masalah pada si kecil yang tidak Anda ketahui.

Anda bisa melakukan observasi sendiri untuk mengamati kemungkinan adanya masalah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam observasi anak jalan jinjit:

  • Apakah anak selalu jalan berjinjit (terus-menerus)?
  • Apakah anak jalan jinjit tanpa sepatu?
  • Apakah anak tetap jalan berjinjit dengan sepatu?
  • Bisakah anak menapak mendatar?

Jika tiga pertanyaan pertama dijawab ‘Ya’ dan pertanyaan keempat berjawab ‘Tidak’, Anda mungkin perlu mulai mencari tahu perawatan anak jalan jinjit. Selain pengobatan dokter, ada 7 latihan yang bisa Anda coba di bawah ini!

Penyebab anak jalan jinjit

Secara umum, jalan jinjit adalah kebiasaan yang berkembang ketika seorang anak belajar berjalan. Dalam beberapa kasus, jalan jinjit juga disebabkan oleh kondisi lain yang mendasarinya, seperti:

  • Tendon Achilles pendek. Tendon ini menghubungkan otot-otot kaki bagian bawah ke bagian belakang tulang tumit. Jika terlalu pendek, tumit tidak akan bisa menyentuh tanah.
  • Cerebral palsy. Kondisi dapat disebabkan oleh gangguan gerakan atau gangguan postur yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal pada bagian otak yang mengontrol fungsi otot.
  • Distrofi otot. Terkadang terjadi karena penyakit genetik seperti distrofi otot, yakni masalah otot melemah seiring waktu. Diagnosis mungkin diperlukan jika anak pada awalnya berjalan normal, lalu tiba-tiba berjalan jinjit.
  • Autisme. Kondisi ini juga dikaitkan dengan autisme. Namun, jalan jinjit saja tidak bisa menjadi tanda autisme, harus ada gejala autisme lain yang juga terjadi bersamaan.

Mengatasi bayi jalan jinjit

Jika anak berjalan jinjit karena kebiasaan buruk, tidak perlu ada perawatan khusus. Pada akhirnya kebiasaan itu akan ditinggalkan si kecil karena melelahkan.

Namun, jika ada masalah fisik yang menyebabkan anak jalan jinjit, ada beberapa opsi perawatan seperti:

  • Terapi fisik. Peregangan lembut pada kaki dan otot kaki dapat memperbaiki gaya berjalan anak.
  • Penyangga kaki atau belat kaki. Pada beberapa kasus, penggunaan alat bantu seperti ini dapat membantu anak berjalan normal.
  • Penggunaan gips. Gips dapat diberikan selama 1-2 minggu agar otot lebih meregang dan posisi kaki yang benar dapat terjaga. Perawatan ini juga bisa ditambah dengan suntik Botox agar otot lebih lemas.
  • Operasi. Jika perawatan konservatif gagal, dokter mungkin merekomendasikan operasi untuk memperpanjang otot atau tendon di bagian belakang kaki bagian bawah.

7 latihan untuk membantu mengurangi jalan jinjit

Latihan-latihan ini bisa dilakukan sendiri di rumah untuk membantu mengurangi masalah anak jalan jinjit. Mengutip LLA Therapy, berikut 7 latihan yang bisa Anda terapkan:

Latihan peregangan

  1. Baringkan anak dalam posisi terlentang di kasur atau permukaan lain yang nyaman. Luruskan lutut dan kaki dengan mendatar di kasur, lalu dorong telapak kaki ke atas sambil menekuk pergelangan kakinya. Tahan posisi ini semaksimal mungkin selama 15-30 detik. Seharusnya peregangan ini tidak menyakitkan bagi si kecil.
  1. Baringkan anak dalam posisi terlentang di kasur atau permukaan lain yang nyaman. Tekuk lutut, kaki ditopang oleh kasur, lalu dorong telapak kaki ke arah atas dengan menekuk pergelangan kakinya. Tahan posisi ini semaksimal mungkin selama 15-30 detik.
  1. Minta anak berdiri di atas bantal penyangga (atau benda lainnya). Berdiri tegak lurus, tumit berada di area yang lebih rendah, jadi pergelangan kaki menekuk ke atas. Jaga posisi ini selama mungkin dengan aktivitas lain, misalnya sambil mewarnai, menggambar, dsb.

Latihan kekuatan

  1. Coba pose penguin walks. Bantu anak berjalan dengan tumit, jari-jari di angkat, dan berjalan seperti penguin. Pada percobaan awal, Anda mungkin harus membantu si kecil.
  1. Posisikan anak duduk atau berdiri. Mulai dengan duduk terlebih dahulu, lalu ubah ke posisi berdiri jika sudah lebih kuat. Letakkan beban di punggung kaki dan minta si kecil memindahkannya dari satu lokasi ke lokasi lain.
  1. Coba dudukkan anak di papan beroda dengan posisi kaki di depan. Tempatkan tumit menyentuh tanah dan jari-jari kaki terangkat di udara. Biarkan anak bergerak dengan menggunakan tumitnya.
  1. Dudukkan anak di kursi kecil atau semacamnya. Lalu, letakkan tangan Anda di atas pergelangan kakinya, berikan tekanan sedang dan konstan ke arah bawah untuk menjaga tumit tetap di lantai.

Setelahnya, minta anak untuk berlatih berdiri dan duduk dengan tumit tetap terjaga di tanah. Anda dapat menciptakan suasana latihan yang menyenangkan dengan lagu-lagu atau semacamnya.

Catatan

Jalan jinjit pada anak termasuk normal, asalkan dilakukan sesekali dan tidak terus-menerus (maksimal sampai usia 2 tahun). Meski demikian, jika Anda mengamati ada gejala-gejala lain, segera bawa si kecil menemui dokter.

Menu MPASI 6 Bulan Pertama yang Bagus, Yuk Dicoba!

Menu MPASI 6 Bulan Pertama yang Bagus, Yuk Dicoba!

  • June 8, 2021

Menu MPASI 6 bulan pertama yang bagus untuk bayi. Ada banyak pilihan yang bisa Anda coba, khususnya jika Anda adalah orang tua baru.

MPASI adalah masa-masa penting dalam tumbuh kembang si kecil. Di usia 6 bulan bayi mulai mengenal makanan padat meski masih bergantung pada ASI atau susu formula sebagai sumber nutrisi utama.

Pemberian MPASI juga harus dilakukan secara bertahap dan sesuai jadwal. Karena itu, ada baiknya Anda mencoba mengenal sejumlah variasi menu MPASI 6 bulan.

Untuk itu, kali ini SehatQ akan memberikan resep 5 menu MPASI 6 bulan pertama untuk si kecil. Yuk disimak!

Tips MPASI 6 bulan

MPASI 6 bulan adalah tahap penting dalam pertumbuhan si kecil. Pada masa ini bayi mulai mengenal makanan padat, bukan hanya ASI atau susu formula.

Meski begitu, perlu diingat bahwa sumber nutrisi utama bayi masih dari ASI atau susu formula. Sesuai namanya, MPASI berperan sebagai pendamping atau suplemen.

Untuk bayi 6 bulan, MPASI lebih penting pada bagian pengenalan makanan. Bayi akan mulai memahami berbagai rasa baru dan mulai mengenal tekstur baru.

Seringkali, pilihan MPASI pertama yang aman adalah sereal atau oatmeal. Sebab sereal bisa berperan sebagai jembatan melewati masa transisi dari susu ke makanan padat.

Berikut beberapa tips dalam memberikan MPASI pertama untuk bayi 6 bulan:

  • Jangan menaruh sereal di botol. Campurkan dengan susu formula atau air dan berikan dengan sendok.
  • Jika Anda sedang menyusui, jangan mencampur ASI dengan sereal dalam beberapa kali percobaan makan. Lakukan hingga bayi Anda menunjukkan kemampuannya untuk makan dengan benar.
  • ASI Anda dapat dicampur dengan sereal dan sedikit air.
  • Buat sereal sedikit encer. Jika bayi Anda dapat mengonsumsinya dengan baik, buat lebih kental secara bertahap.
  • Mulailah dengan menawarkan beberapa sendok. Ketika bayi Anda dapat bisa menerimanya, tambahkan beberapa sendok.

Jika bayi Anda sudah mulai siap mengonsumsi makanan padat, siapkan makanan dengan tekstur lembut yang mudah dicerna atau yang biasa disebut puree.

Nah jika si kecil tampak enggan menolak makanan tertentu, coba beri waktu setidaknya tiga hari berturut-turut. Langkah ini penting untuk mengenali makanan yang mungkin menyebabkan alergi.

Apa yang sebaiknya dihindari dalam MPASI 6 bulan

Asal diolah dengan benar, sebagian besar makanan sebenarnya aman untuk bayi. Meski begitu, ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya Anda hindari, yaitu:

  • Madu, yang dapat menyebabkan botulisme bayi. Tunggu hingga 12 bulan untuk memberi madu pada anak
  • Susu sapi, sebab bayi berusia enam bulan belum boleh mengonsumsinya. Namun saat sudah dapat mengonsumsi makanan padat dengan lebih baik, bayi boleh mencoba yogurt atau keju.
  • Makanan keras. Anda dapat memberikan bubur atau makanan keras seperti wortel yang lunak dan lembut. Jangan berikan yang keras, karena dapat membuat bayi
  • Jenis ikan tertentu secara berlebihan. Ada jenis ikan tertentu yang mengandung merkuri seperti tuna. Bandeng, salmon, dan ikan kalengan biasanya aman diberikan untuk bayi.

Anda juga sebaiknya tidak memberikan jus pada bayi karena kandungan gula yang terlalu tinggi. Bahkan jika Anda membuat jus itu sendiri.

Ada beberapa jenis makanan yang juga harus dihindari, yaitu telur untuk MPASI, kacang-kacangan, dan stroberi. Untuk mencegah alergi, sebaiknya jangan berikan tiga bahan makanan tersebut.

5 Pilihan menu MPASI 6 bulan

Berdasarkan panduan WHO, bahan dasar MPASI sebaiknya adalah staple food atau makanan pokok dan sumber karbohidrat yang disesuaikan dengan daerah lokal.

Berikut 5 pilihan menu MPASI 6 bulan yang bisa Anda coba:

1. Puree buah alpukat + pisang

Puree buah biasanya jadi pilihan pertama yang aman untuk mengenalkan makanan bayi pada si kecil. Ada beberapa buah yang bisa Anda coba seperti apel, pir, pisang, dan alpukat.

Sebelum membuat kombinasi pisang + alpukat, pastikan Anda mengenalkan dua buah ini secara terpisah agar lidah bayi mulai kenal dan terbiasa.

Bahan-bahan:

  • 1 buah pisang
  • 1 buah alpukat

Cara membuat:

  • Masukkan buah alpukat dan pisang ke dalam mangkuk, lalu haluskan dengan menggunakan garpu.
  • Tambahkan sedikit air atau susu formula jika ingin mendapatkan konsistensi MPASI bayi 6 bulan yang lebih halus.

2. Puree labu

Labu kuning sudah terbukti kaya nutrisi untuk bayi. Ada kandungan vitamin A, C, E, yang cukup tinggi. Labu kuning juga mengandung sejumlah mineral penting.

Tekstur yang lembut membuat puree labu jadi salah satu pilihan terbaik untuk MPASI 6 bulan pertama.

Bahan-bahan:

  • Labu
  • Air
  • Kayu Manis

Cara membuat:

  • Haluskan labu dengan blender
  • Jika labu sudah halus, masukan ke dalam panci tambahkan sedikit air dan ¼ sendok teh kayu manis untuk menambah rasa. Panaskan sampai mendidih, angkat
  • Tunggu sampai tidak terlalu panas dan sup pumpkin siap disantap Si Kecil. Hindari penggunaan perasa seperti garam atau gula pasir apalagi MSG. Menggunakan bahan rempah-rempah, gula jagung, atau tambahan buah adalah pilihan terbaik.

3. Bubur kentang + wortel

Anda mungkin sudah sangat mengenal menu ini. Bubur atau puree nasi + kentang + wortel memang dikenal sebagai salah satu menu andalan untuk bayi 6 bulan.

Menu ini kaya nutrisi yang penting untuk pertumbuhan si kecil. Ada banyak vitamin dan antioksidan dalam wortel dan karbohidrat baik dalam kentang.

Bahan-bahan:

  • 5 sdm nasi putih
  • 1 batang seledri
  • 1 buah wortel berukuran kecil
  • 1 buah kentang berukuran kecil
  • ASI atau susu formula secukupnya

Cara membuat:

  • Cuci bersih seledri, wortel, dan kentang.
  • Masak nasi putih hingga menjadi bubur, lalu tambahkan seledri.
  • Kukus wortel dan kentang sampai empuk. Setelah matang, saring bubur, wortel dan kentang.
  • Campur semua bahan dengan susu formula atau ASI sesuai selera. Aduk hingga rata.

4. Bubur wortel + bayam

Bubur sayur berisi wortel dan bayam bisa jadi pilihan aman yang kaya nutrisi. Cara membuatnya pun cukup mudah.

Pastikan Anda membuat bubur dalam konsistensi yang cukup lembut untuk bayi. Wortel dan bayam juga harus dimasak sampai lembut.

Bahan-bahan:

  • Beras
  • Air secukupnya
  • Wortel
  • Bayam

Cara membuat:

  • Masak beras sampai menjadi bubur
  • Masukan wortel dan bayam yang sudah diblender, aduk merata
  • Untuk tambahan protein, bisa tambahkan ikan salmon atau dada ayam yang dihaluskan

5. Puree jagung manis, tahu, dan telur

Pilihan menu berikutnya yang terbukti kaya nutrisi adalah kombinasi jagung manis, tahu, dan telur.

Menu ini kaya protein dan nutrisi yang dibutuhkan si kecil. Anda juga bisa membuatnya dengan cukup mudah.

Bahan-bahan:

  • 30 gr jagung manis pipil
  • 15 gram tahu putih
  • 25 gram telur
  • 1 siung bawang putih

Cara membuat:

  • Rebus telur sampai matang, kupas, dan sisihkan (ambil telur sebanyak 25 gram)
  • Kukus jagung manis pipil dan tahu sampai matang
  • Tumis bawang putih dan campurkan jagung manis, tahu, dan telur. Sisihkan
  • Blender semua bahan hingga halus
  • Saring dan sajikan

Demikian beberapa pilihan menu MPASI 6 bulan yang bisa Anda pertimbangkan. Pastikan Anda berhati-hati dan mengamati reaksi alergi si kecil ya. Selamat mencoba!

Kulit Sensitif? Tips Memilih Popok Bayi Baru Lahir

Kulit Sensitif? Tips Memilih Popok Bayi Baru Lahir

  • May 28, 2021

Banyak orangtua membeli popok bayi baru lahir dengan harga mahal untuk memastikan aman digunakan bagi anaknya yang memiliki kulit sensitif. Memilih popok mungkin membingungkan, dengan berbagai merek bersaing di pasaran untuk mendapatkan perhatian. Anda mungkin tergoda untuk mengambil yang pertama dilihat, karena kemasannya yang menarik dan menjanjikan. Namun, perlu diingat bahwa ini mungkin bukan pilihan yang tepat untuk bokong si kecil yang memiliki kulit sensitif. Jadi, apa yang harus dicari orang tua baru saat memilihkan popok bayi baru lahir? Simak tipsnya.

Faktor untuk memilih popok bayi baru lahir ideal

1. Merek

Ini adalah kriteria pertama dan terpenting dari semua kriteria lainnya. Merek ternama yang telah lama berkecimpung dalam bisnis pembuatan popok harus dipilih daripada merek baru yang belum pernah terdengar. Perusahaan-perusahaan ini memiliki keahlian dan melakukan penelitian untuk menghasilkan fitur yang lebih baru dan lebih baik. Jangan  malas untuk mencari tahu review atau ulasan produk mengenai popok merek tertentu yang ingin Anda beli.

2. Fitur popok

Setelah Anda memutuskan beberapa merek yang bagus, sekarang saatnya untuk memeriksa apakah merek tersebut memiliki fitur berikut:

Daya serap yang baik

Popok harus mampu menyerap banyak air kecil dan besar tanpa bocor atau kendor. Popok yang bocor dapat menyebabkan kulit bayi bersentuhan dengan kelembapan, sehingga menimbulkan iritasi dan ruam popok.

Garis indikator basah

Saat ini, merek tertentu telah mengeluarkan jenis popok bayi baru lahir yang memiliki garis indikator kebasahan. Biasanya ditandai dengan adanya garis putih yang menguning saat popok kotor sepenuhnya. Terobosan ini adalah fitur yang sangat berguna karena membantu ibu memeriksa kelembapan popok dan segera menggantinya.

Kelembutan 

Kulit bayi Anda lembut dan sensitif, sehingga pemilihan bahan popok adalah yang terpenting. Pastikan popok terbuat dari bahan yang lembut dan memiliki pori-pori cukup sebagai ruang bernapas, agar tidak menghalangi aliran udara ke bokong bayi.

Peregangan dan fit

Fitur penting lainnya yang harus Anda perhatikan pada popok bayi baru lahir adalah kelenturannya. Popok harus cukup melar agar nyaman untuk si kecil tanpa meninggalkan lipatan dan bekas di kulit.

3. Ukuran atau berat bayi

Ukuran popok berbeda untuk setiap bayi bergantung pada berat badannya, jadi yang terbaik adalah menimbang bayi sebelum berbelanja popok. Bayi membutuhkan popok berukuran lebih besar setiap beberapa bulan, jadi hindari menyimpan popok terlalu banyak dalam satu ukuran. Pilih ukuran lebih besar jika popok yang sebelumnya sudah terlalu ketat. 

4. Kebiasaan buang air besar

Semua bayi itu unik, begitu pula kebiasaan buang air kecil dan buang air besar mereka. Bayi kemungkinan besar akan sering buang air kecil dan buang air besar sepanjang hari. Inilah sebabnya mengapa popok yang tahan lama dan berdaya serap tinggi sangat direkomendasikan, untuk mencegahnya dari kelembapan dan ruam popok.

5. Sesuaikan dengan budget

Mengetahui kebiasaan buang air besar bayi Anda akan membantu memperkirakan berapa banyak popok yang diperlukan dalam sebulan dan jumlah yang kemungkinan besar akan dikeluarkan. Harga tinggi tidak selalu berarti kualitas yang sangat baik, jadi sebaiknya Anda melihat fiturnya daripada label harganya. Tip yang berguna, cobalah beli kemasan terkecil dari dua atau tiga merek popok dan coba pada si kecil. Setelah Anda menemukan produk yang cocok, Anda dapat membeli kemasan yang lebih besar.

6. Sensitivitas kulit

Jika bayi Anda memiliki kulit sensitif, kekhawatiran pertama di benak adalah, “Bagaimana jika bayi saya mengalami ruam popok?” Ruam popok dapat disebabkan oleh kelembapan yang ada di sekitar area popok bayi. Anda dapat mengatasi masalah ruam dengan memilih popok sekali pakai yang telah teruji secara medis untuk menjaga bokong si kecil tetap bebas ruam.

7. Kenyamanan

Merawat dan memilih popok bayi baru lahir merupakan tantangan bagi orang tua baru, mengingat malam tanpa tidur dan menyusu tanpa henti. Dalam situasi seperti itu, popok sekali pakai memberikan kenyamanan dan kebersihan tertinggi karena tidak perlu dicuci, tidak seperti popok kain.