gejala usus buntu pada anak

Apa Saja Gejala Usus Buntu pada Anak ?

  • November 18, 2021

Sebagai orangtua merupakan hal lumrah apabila waspada dengan setiap gejala yang dikeluhkan anak. Misalnya, saat anak mengeluh sakit perut, amati dengan teliti dan tanyakan terlebih dahulu intensitas sakitnya. Bisa jadi anak mengalami kembung, diare, atau susah BAB. Namun, jika gejala yang ditimbulkan mengarah pada penyakit yang serius, jangan diabaikan. Karena salah satu gejala usus buntu pada anak adalah sakit luar biasa di bagian perut. 

Gejala Usus Buntu Pada Anak

Selain sakit perut, terdapat beberapa gejala umum yang mengindikasi adanya usus buntu. Gejala tersebut mirip dengan gejala yang dialami oleh orang dewasa. Berikut pertanda yang harus diawasi yang mengarah pada gejala usus buntu pada anak:

  1. Titik Nyeri 

Titik nyeri berada di sekitar pusar dan melebar hingga sisi kanan bawah perut bisa menjadi kemungkinan anak menderita usus buntu. Sebab, usus buntu terletak di area perut bagian kanan bawah tempat bertemunya usus besar dan usus halus. 

  1. Muncul darah & muntah

Darah bisa muncul saat buang air besar maupun saat muntah. Selain itu, saat anak muntah maka yang keluar adalah cairan berwarna kehijauan. Hal itu menjadi indikator terjadinya penyumbatan di usus atau perut. Ketika anak mengalami hal tersebut, segera bawa ke dokter. 

  1. Ukuran perut

Gejala usus buntu pada anak juga memengaruhi ukuran perutnya. Misalnya, saat ukuran perut lebih besar dari ukuran normal atau mengalami distensi, perut menjadi tegang. Ciri-ciri tersebut bisa menandakan adanya usus buntu. 

  1. Mengalami peradangan 

Selain cara di atas, Anda bisa mencoba untuk menekan perut perlahan dan melepasnya secara  tiba-tiba. Apabila anak mengeluhkan nyeri, hal tersebut bisa menjadi pertanda radang usus buntu. Rasa nyeri tersebut disebabkan karena membran yang melapisi rongga perut (peritoneal lining) terkena peradangan. Hal yang sama juga dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak.

  1. Gerakan anak

Saat anak bergerak ke arah tertentu, juga bisa menjadi indikator mengalami usus buntu atau tidak. Misalnya, perut terasa sakit saat berbaring, anak akan mengganti posisi menyamping dengan menekuk kaki ke arah perut. Sementara itu, saat anak berjalan maka posisi tubuhnya tidak tegak sepenuhnya. 

Bagi anak di bawah usia dua tahun, pertanda mengalami usus buntu bisa terlihat dari ukuran perut yang besar, muntah-muntah, dan sebagian besar mengalami diare atau susah BAB. Selain itu, gejala juga memengaruhi penurunan nafsu makan dan nyeri di bagian perut serta demam di atas 38 derajat celcius. Hal yang wajar apabila orang tua kebingungan untuk membedakan gejala usus buntu pada anak karena ciri-cirinya mirip dengan keracunan makanan atau gangguan pernapasan. 

Penyebab dan Cara Mengatasinya 

Menurut My Cleveland CLinic, belum ada penyebab pasti terjadinya usus  buntu pada anak. Namun, pada umumnya penyakit tersebut terjadi akibat penyumbatan di bagian usus buntu anak. Selain itu, berikut beberapa penyebab yang meningkatkan risiko terjadinya usus buntu pada si kecil. 

  • Perut mengalami infeksi
  • Infeksi di saluran pencernaan
  • Radang usus buntu
  • Terdapat parasit yang tumbuh di dalam usus buntu
  • Penumpukan feses pada usus buntu

Pemeriksaan terhadap usus buntu dilakukan oleh dokter dengan memeriksa di bagian perut, terutama di bagian titik nyeri. Pada situasi tertentu, pemeriksaan juga memerlukan CT Scan atau X-ray guna mengecek bagian dada dan perut. Dokter juga memberikan pengobatan seperti antibiotik hingga operasi. Penanganan tersebut berdasarkan tingkat keparahan usus buntu yang dialami penderita. Namun, pada umumnya anak-anak akan menjalani operasi laparoskopi supaya usus buntu dapat diangkat.

Itulah informasi singkat mengenai gejala usus buntu pada anak serta penyebab dan cara mengatasinya. Apabila anak mengalami gejala tersebut, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. 

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*