Cara Meningkatkan IQ dengan Aktivitas yang Menyenangkan 

  • November 26, 2021
Cara meningkatkan IQ anak

Skor IQ sering digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk mendaftar sekolah atau perguruan tinggi. Tak hanya itu, skor IQ juga sering digunakan untuk melamar pekerjaan tertentu. Tidak hanya itu, terkadang ada perusahaan atau lembaga yang melakukan tes IQ untuk mengetahui skor IQ Anda. Jika Anda tidak mendapatkan skor IQ yang ditentukan atau tampak rendah, Anda tidak perlu rendah diri. Hal ini karena ada beberapa cara meningkatkan IQ yang bisa Anda terapkan. 

Skor IQ dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti nutrisi atau makanan yang dikonsumsi, pendidikan yang didapatkan, kondisi kesehatan dan faktor genetik. Selain itu, skor IQ juga bukan merupakan nilai yang tetap dan bisa berubah saat Anda sudah dewasa. 

Berikut beberapa cara meningkatkan IQ yang bisa Anda lakukan dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan.

1. Bermain Catur

Ada beberapa alasan yang menyebutkan mengapa catur sering dimainkan oleh para bangsawan selama berabad-abad. Catur merupakan permainan yang rumit dam memerlukan keterampilan tertentu. Dengan bermain catur, Anda bisa mengembangkan keterampilan untuk memecahkan masalah, meningkatkan konsentrasi, merangsang kedua sisi otak serta membantu memperkuat corpus callosum. Bahkan menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Venezuela, anak-anak yang mengikuti kelas catur selama 14 minggu dapat secara signifikan meningkatkan IQ mereka. Selain itu, sebuah penelitian pada tahun 2003 dari Flinders University di Australia juga menemukan kesimpulan bahwa bermain catur bisa menjadi cara meningkatkan IQ Anda.

2. Melakukan Latihan Aerobik

Latihan aerobik memiliki manfaat yang baik untuk otak. Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan IQ jauh lebih banyak daripada saat Anda bermain game. Peningkatan kesehatan organ jantung juga dikaitkan dengan skor IQ yang baik. Oleh karena itu, jika Anda ingin meningkatkan skor IQ, Anda bisa melakukan olahraga aerobik seperti lari sprint. Untuk meningkatkan skor IQ Anda, Anda bisa berolahraga minimal 3 kali dalam seminggu, paling tidak selama 30 menit setiap hari. 

3. Meditasi

Meditasi selama 20 menit tidak hanya akan meningkatkan suasana hati dan menurunkan stres, tapi juga bisa meningkatkan efisiensi dalam hal pemrosesan kognitif yang mendalam. Gantilah aktivitas 20 menit selama menulusuri Instagram dengan melakukan meditasi selama 20 menit. 

4. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

Menurut penelitian yang berasal dari Pusat Penelitian Tidur Universitas Loughborough, jika Anda tidur kurang dari delapan jam yang direkomendasikan setiap malam dapat menurunkan satu poin dari skor IQ Anda. Bahkan jika Anda secara teratur atau sering kehilangan dua jam tidur setiap malam dapat menyebabkan penurunan skor IQ.

5. Bermain Alat Musik

Bermain alat musik sudah dibuktikan oleh penelitian bisa berkontribusi dalam peningkatan skor IQ Anda. Hal ini karena saat bermain alat musik, Anda bisa melatih kemampuan sensoris, kemampuan pendengaran, meningkatkan daya ingat, dan membantu koordinasi fisik. Anda bisa mencoba untuk belajar memainkan instrumen musik dan mencoba untuk bisa menguasainya untuk meningkatkan skor IQ. 

6. Bersosialisasi Kepada Orang lain

Sebetulnya, manusia adalah makhluk sosial. Oleh karena itu, Anda bisa melakukan sosialisasi kepada orang lain sebagai cara meningkatkan IQ. Menurut sebuah penelitian, aktivitas bersosialisasi dengan aktif dapat meningkatkan rangsangan terhadap pikiran dan kemampuan Anda untuk berpikir. Anda bisa mencoba untuk berinteraksi dengan teman atau orang yang sudah Anda kenal, atau mencoba untuk bergabung ke dalam komunitas baru dengan menjadi sukarelawan. Dengan bergabung ke dalam komunitas baru Anda bisa bertemu dengan orang baru, mendapatkan pengalaman serta wawasan baru.

gejala usus buntu pada anak

Apa Saja Gejala Usus Buntu pada Anak ?

  • November 18, 2021

Sebagai orangtua merupakan hal lumrah apabila waspada dengan setiap gejala yang dikeluhkan anak. Misalnya, saat anak mengeluh sakit perut, amati dengan teliti dan tanyakan terlebih dahulu intensitas sakitnya. Bisa jadi anak mengalami kembung, diare, atau susah BAB. Namun, jika gejala yang ditimbulkan mengarah pada penyakit yang serius, jangan diabaikan. Karena salah satu gejala usus buntu pada anak adalah sakit luar biasa di bagian perut. 

Gejala Usus Buntu Pada Anak

Selain sakit perut, terdapat beberapa gejala umum yang mengindikasi adanya usus buntu. Gejala tersebut mirip dengan gejala yang dialami oleh orang dewasa. Berikut pertanda yang harus diawasi yang mengarah pada gejala usus buntu pada anak:

  1. Titik Nyeri 

Titik nyeri berada di sekitar pusar dan melebar hingga sisi kanan bawah perut bisa menjadi kemungkinan anak menderita usus buntu. Sebab, usus buntu terletak di area perut bagian kanan bawah tempat bertemunya usus besar dan usus halus. 

  1. Muncul darah & muntah

Darah bisa muncul saat buang air besar maupun saat muntah. Selain itu, saat anak muntah maka yang keluar adalah cairan berwarna kehijauan. Hal itu menjadi indikator terjadinya penyumbatan di usus atau perut. Ketika anak mengalami hal tersebut, segera bawa ke dokter. 

  1. Ukuran perut

Gejala usus buntu pada anak juga memengaruhi ukuran perutnya. Misalnya, saat ukuran perut lebih besar dari ukuran normal atau mengalami distensi, perut menjadi tegang. Ciri-ciri tersebut bisa menandakan adanya usus buntu. 

  1. Mengalami peradangan 

Selain cara di atas, Anda bisa mencoba untuk menekan perut perlahan dan melepasnya secara  tiba-tiba. Apabila anak mengeluhkan nyeri, hal tersebut bisa menjadi pertanda radang usus buntu. Rasa nyeri tersebut disebabkan karena membran yang melapisi rongga perut (peritoneal lining) terkena peradangan. Hal yang sama juga dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak.

  1. Gerakan anak

Saat anak bergerak ke arah tertentu, juga bisa menjadi indikator mengalami usus buntu atau tidak. Misalnya, perut terasa sakit saat berbaring, anak akan mengganti posisi menyamping dengan menekuk kaki ke arah perut. Sementara itu, saat anak berjalan maka posisi tubuhnya tidak tegak sepenuhnya. 

Bagi anak di bawah usia dua tahun, pertanda mengalami usus buntu bisa terlihat dari ukuran perut yang besar, muntah-muntah, dan sebagian besar mengalami diare atau susah BAB. Selain itu, gejala juga memengaruhi penurunan nafsu makan dan nyeri di bagian perut serta demam di atas 38 derajat celcius. Hal yang wajar apabila orang tua kebingungan untuk membedakan gejala usus buntu pada anak karena ciri-cirinya mirip dengan keracunan makanan atau gangguan pernapasan. 

Penyebab dan Cara Mengatasinya 

Menurut My Cleveland CLinic, belum ada penyebab pasti terjadinya usus  buntu pada anak. Namun, pada umumnya penyakit tersebut terjadi akibat penyumbatan di bagian usus buntu anak. Selain itu, berikut beberapa penyebab yang meningkatkan risiko terjadinya usus buntu pada si kecil. 

  • Perut mengalami infeksi
  • Infeksi di saluran pencernaan
  • Radang usus buntu
  • Terdapat parasit yang tumbuh di dalam usus buntu
  • Penumpukan feses pada usus buntu

Pemeriksaan terhadap usus buntu dilakukan oleh dokter dengan memeriksa di bagian perut, terutama di bagian titik nyeri. Pada situasi tertentu, pemeriksaan juga memerlukan CT Scan atau X-ray guna mengecek bagian dada dan perut. Dokter juga memberikan pengobatan seperti antibiotik hingga operasi. Penanganan tersebut berdasarkan tingkat keparahan usus buntu yang dialami penderita. Namun, pada umumnya anak-anak akan menjalani operasi laparoskopi supaya usus buntu dapat diangkat.

Itulah informasi singkat mengenai gejala usus buntu pada anak serta penyebab dan cara mengatasinya. Apabila anak mengalami gejala tersebut, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. 

Inilah 6 Cara Merawat Orang Tua Lanjut Usia

Inilah 6 Cara Merawat Orang Tua Lanjut Usia

  • November 17, 2021

Golongan lanjut usia atau lansia adalah mereka yang berusia lebih 60 tahun ke atas. Lansia membutuhkan perhatian khusus, karena kemampuan fisik yang semakin lemah dan berbagai penyakit lansia yang mungkin diderita. Perawatan untuk lansia dapat lebih mudah selama Anda melakukannya dengan tepat. Tidak mudah memang merawat orang tua terlebih jika sudah masuk dalam golongan lanjut usia.

Jadi, berikut ini adalah beberapa hal yang penting untuk Anda perhatikan dalam merawat orang tua yang sudah masuk dalam golongan lanjut usia.

1. Memprioritaskan keamanan lansia

Dalam perawatan lansia, salah satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah keamanannya. Apalagi, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pertambahan usia memang membuat tubuh menjadi tidak sekuat dahulu. Hal ini membuat lansia lebih rentan jatuh. Untuk menghindari hal tersebut, lakukan modifikasi terhadap tempat tinggal lansia. 

Sebagai contoh, mengatur tata letak perabotan dan benda-benda sekitar lansia dengan tepat, agar lansia lebih mudah bergerak atau berpindah tempat. Pastikan barang-barang yang dibutuhkan dan digunakan sehari-hari mudah dijangkau oleh lansia untuk meminimalkan kemungkinan lansia hilang keseimbangan hingga terjatuh.

2. Membantu lansia untuk tetap aktif berkegiatan

Salah satu kunci untuk hidup lebih lama adalah lansia yang sehat dan bahagia. Perawatan untuk lansia agar senantiasa berbahagia adalah membantunya agar tetap aktif berkegiatan dan bersosialisasi dengan banyak orang. Lansia yang terlalu banyak menghabiskan waktu sendirian di rumah tanpa melakukan kegiatan yang berarti cenderung mudah merasa kesepian, terisolasi, hingga terjadi gangguan kesehatan mental pada lansia seperti depresi dan stres. 

3. Memahami kondisi kesehatan lansia

Perawatan lansia merupakan salah satu hal yang sangat penting, khususnya bagi penyandang disabilitas atau memiliki penyakit tertentu. Sebagai perawat, Anda tentu harus memahami betul kondisi kesehatan lansia agar siap terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi. Tidak hanya sendiri, Anda perlu mengajak orang lain yang berkaitan, misalnya anggota keluarga, untuk sama-sama memahami kondisi kesehatan lansia.  Tak lupa, Anda juga perlu memastikan apakah perawatan yang Anda lakukan untuk lansia sudah sesuai dengan kebutuhannya. 

4. Membuat jadwal dengan anggota keluarga lain

Jika Anda melakukan perawatan bersama dengan anggota keluarga lain, cobalah untuk menyusun jadwal untuk bergantian merawat dan menjaga lansia. Hal ini akan memudahkan Anda dan anggota keluarga lain untuk adil dalam berbagi tugas dan mentaatinya. Tak hanya itu, pembuatan jadwal ini juga akan memudahkan Anda untuk mengatur aktivitas sehari-hari. Dengan begitu, meski sibuk merawat lansia, kehidupan Anda dan anggota keluarga lain yang ikut menjaganya, masih bisa tertata dan terjadwal dengan baik.

5. Mendampingi saat mengurus legalitas berkas penting

Perawatan lansia yang bisa Anda berikan untuk orang terdekat tidak hanya seputar kesehatan, tapi juga berbagai hal lain yang tidak kalah penting, misalnya mengurus legalitas berkas-berkas penting. Biasanya, lansia sudah mulai memiliki kesulitan untuk membaca, memahami isi berkas dan dokumen, dan masih banyak lagi. Tentu saja, pada saat-saat tersebut, lansia membutuhkan Anda untuk mendampinginya. Lakukan hal tersebut sebagai bentuk dukungan Anda kepada lansia tersayang. 

6. Memastikan lansia selalu dalam pengawasan

Meski masih bisa melakukan banyak hal secara mandiri, bukan berarti Anda boleh melepaskan pengawasan kepada lansia. Usahakan untuk selalu memastikan lansia berada dalam pengawasan Anda atau orang lain. Hindari membiarkan lansia benar-benar sendirian. Pasalnya, Anda mungkin tidak akan mengetahui dengan pasti apa yang terjadi pada lansia jika ia sendirian. 

Jika Anda tidak bisa mengawasinya setiap saat, setidaknya mintalah pertolongan kepada orang lain untuk membantu mengawasi lansia tersebut. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

Memang dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam merawat orang tua yang sudah masuk dalam golongan lanjut usia. Meski begitu, hal ini tentunya akan terasa ringan jika dikerjakan dengan keikhlasan dan sudah diskusikan bersama keluarga yang lain.

Gentasolon, Krim Yang Tepat Untuk Pertolongan Pertama Mengatasi Ruam Kulit Anda

  • November 12, 2021

Ruam kulit merupakan salah satu gangguan pada kulit yang sering terjadi. Kondisi ini ditandai dengan adanya noda kemerahan, bintil atau luka lepuh yang disebabkan karena adanya iritasi atau peradangan. Kadang kala ruam yang muncul pun bisa mengakibatkan rasa gatal yang terkadang memiliki sensasi seperti terbakar. Krim Gentasolon bisa Anda gunakan sebagai langkah utama dalam mengatasi ruam kulit.

Krim Gentasolon mengandung zat aktif fluocinolone acetonide dan gentamicin sulfate yang sangat ampuh dalam mengatasi penyakit kulit yang disertai infeksi bakteri. Jadi, jika Anda mengalami ruam kulit, menjadi pilihan tepat untuk menggunakan krim ini. Ruam kulit sebetulnya bisa hilang dengan sendirinya tetapi ada beberapa jenis ruam kulit yang membutuhkan penanganan intensif agar bisa benar – benar hilang.

Ruam kulit sendiri memiliki karakteristik yang beragam berdasarkan pada penyebab terjadinya ruam kulit. Kondisi ini pun bisa terjadi pada anak – anak atau pun orang dewasa. Berikut ini beberapa jenis ruam kulit beserta dengan karakteristiknya masing – masing.

  1. Herpes zoster

Herpes zoster  yang dikenal dengan cacar api atau cacar ular merupakan penyakit kulit yang terjadi karena adanya infeksi virus. Ruam pada herpes zoster menyebabkan rasa nyeri, gatal atau kesemutan, hingga perih yang hanya muncul di salah satu sisi tubuh dengan pola yang terlihat segaris. Selain itu, kemunculan dari ruam penyakit ini akan diikuti dengan tanda lain seperti bintil merah yang berisi cairan. Nantinya bintil akan berkembang menjadi luka lepuh yang mudah pecah sehingga meninggal luka berkerak pada permukaan kulit.

  1. Kurap

Ruam selanjutnya adalah kurap yang disebabkan karena adanya infeksi jamur di kulit. kurap biasanya muncul di kulit tubuh, kulit kepala, selangkangan atau pun di kuku. Berbentuk cincin yang tebal di bagian tepi dan bersisik di tengahnya merupakan bagian ciri dari ruam ini. Kurap menyebabkan rasa gatal atau perih dan dapat membuat kulit melepuh atau mengelupas.

  1. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak merupakan peradangan pada kulit yang diakibatkan karena terkena paparan zat pemicu alergi atau zat yang menjadi iritan seperti debu, polusi atau produk – produk kosmetik. Ruam dari dermatitis kontak ini akan terasa kasar dan gatal. Ruam ini bisa bertahan hingga 2 minggu sampai 1 bulan dan akan muncul dalam waktu cepat, yaitu beberapa menit atau jam setelah kulit Anda terkena paparan alergen atau zat iritan.

Memang kebanyakan ruam kulit ini tidak berbahaya, tetapi tetap saja Anda perlu mewaspadainya karena beberapa ruam kulit bisa menjadi tanda dari penyakit yang serius. Maka dari itu, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika muncul ruam kulit yang terlihat tidak wajar dan sudah menganggu aktivitas Anda. Pemeriksaan ke dokter harus segera Anda lakukan jika ruam yang terjadi seperti ini.

  • Ruam yang muncul secara mendadak dan secara cepat menyebar
  • Muncul hampir di seluruh bagian tubuh
  • Disertai demam saat ruam terjadi
  • Muncul tanda lain seperti membengkak, nyeri, sampai mengeluarkan cairan kuning kehijauan

Jadi, meski pun sebagai langkah awal pertolongan terhadap ruam bisa diatasi dengan menggunakan krim Gentasolon, Anda tetap perlu mewaspadai setiap perkembangan dari ruam kulit yang terjadi. Anda harus segera memeriksakan ke dokter apabila ruam yang muncul tidak kunjung membaik dan justru disertai dengan gejala lain yang muncul.

Ini Waktu yang Tepat Untuk Tes Swab PCR

  • November 12, 2021

Tes swab PCR adalah salah satu pemeriksaan untuk mendeteksi apakah ada virus yang aktif dalam tubuh. Tes swab PCR banyak digunakan dalam mendeteksi virus corona aktif karena keakuratannya yang maksimal atau sempurna.

Dibanding dengan rapid tes antigen terlebih rapid tes antibodi, tes swab PCR adalah standar emasnya. Rapid tes antigen bisa mendeteksi virus aktif tapi hasilnya bis tidak akurat, sementara rapid tes antibodi hanya bisa mendeteksi adanya infeksi virus di masa lalu. 

Dalam beberapa kasus, setelah tes antigen atau antibodi, penyedia layanan kesehatan Anda mungkin menyarankan Anda untuk mengambil tes lanjutan seperti tes swab PCR. Ini bisa jadi karena hasil tes sebelumnya dinilai tidak akurat dan membutuhkan konfirmasi.

Berikut ada waktu yang tepat untuk mengambil tes swab PCR.

Apa itu tes PCR

PCR memiliki kepanjangan, yaitu polymerase chain reaction. Tes PCR berarti tes untuk mendeteksi materi genetik dari organisme atau patogen tertentu, seperti virus. Tes ini mendeteksi keberadaan virus saat ini, bahkan setelah tubuh tidak lagi terinfeksi.

Apa itu tes PCR COVID-19?

Tes polymerase chain reaction (PCR) untuk COVID-19 adalah tes molekuler yang menganalisis spesimen pernapasan bagian atas Anda, dan mencari materi genetik (DNA atau RNA) dari SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19. 

Para ilmuwan menggunakan teknologi PCR untuk memperkuat sejumlah kecil RNA dari spesimen menjadi asam deoksiribonukleat (DNA), yang direplikasi hingga SARS-CoV-2 terdeteksi jika ada. 

Tes swab PCR COVID-19 adalah tes untuk mendeteksi keberadaan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 dengan cara melakukan swab untuk mengambil lendir dari hidung atau tenggorokan.

Swab atau usap adalah cara untuk mendapatkan (sampel) yang dilakukan pada nasofaring dan/atau orofaring. Caranya dilakukan dengan menggosok rongga nasofaring dan/atau orofaring menggunakan alat seperti kapas khusus mirip cotton bud berbentuk kecil dan panjang.

Kapan harus tes swab PCR untuk COVID-19?

Tes swab PCR COVID-19 mungkin direkomendasikan untuk Anda apabila Anda mengalami kondisi seperti gejala COVID-19, yaitu:

  • Demam atau kedinginan
  • Batuk
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Kelelahan
  • Nyeri otot atau tubuh
  • Sakit kepala
  • Tidak bisa merasa atau mencium bau
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Mual atau muntah
  • Diare

Waktu lain atau alasan lain yang tepat untuk Anda mendapat tes swab PCR adalah ketika:

  1. Mengonfirmasi hasil tes sebelumnya

Lakukan tes swab PCR sesegera mungkin jika:

  • Anda telah melakukan tes rapid antigen dan mendapatkan hasil positif atau sampel tes Anda tidak dapat dibaca (hasil batal)
  • Sampel tes Anda tidak dapat dibaca

Jika gejala COVID-19 muncul, tetap di rumah sampai Anda mendapatkan hasil tes ke-2.

  1. Jika Anda telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang dites positif

Jika Anda telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang dites positif COVID-19, Anda memiliki kemungkinan untuk terpapar juga, baik dengan gejala maupun tanpa gejala. Untuk itu Anda bisa melakukan tes swab PCR untuk memastikan apakah Anda positif COVID-19 atau tidak.

  1. Masuk rumah sakit atau hendak dioperasi

Di era pandemi ini, Anda mungkin mendapatkan tes swab PCR saat hendak masuk rumah sakit atau menjalani suatu operasi atau prosedur medis. Ini akan disesuaikan dengan saran dari dokter Anda, dan pihak rumah sakit yang akan mengaturnya.

  1. Bepergian ke luar negeri 

Sebelum, selama atau sepulang Anda dari bepergian ke luar negeri, tes swab PCR menjadi pemeriksaan yang wajib di lakukan untuk mendeteksi virus. Ini juga dibarengi dengan karantina mandiri selama beberapa hari atau maksimal 2 minggu baik setelah sampai di tempat liburan atau setelah pulang dari liburan. Namun, peraturan tes dan karantina bisa berbeda di negara satu dengan lainnya. 

Tes swab PCR masih menjadi standar emas untuk menentukan status kesehatan Anda, yaitu apakah terdeteksi memiliki virus aktif dalam tubuh. Tes swab PCR akan sangat membantu untuk mengambil tindakan isolasi jika tubuh positif terpapar virus. 

Ini dapat menghindari penyebaran virus lebih luas dan bisa membantu mengambil tindakan perawatan untuk pasien yang terkonfirmasi. Waktu yang tepat untuk mengambil tes swab PCR adalah ketika Anda merasakan gejala COVID-19 dan atau berkontak dekat dengan orang yang positif COVID-19.

Temukan berbagai tes swab PCR di fasilitas kesehatan terdekat dengan lokasi Anda dan harga khususnya di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store dan Play Store. 

Cara Alami Atasi Radang Kulit Tanpa Kalmethasone

  • November 5, 2021

Kalmethasone adalah obat berupa tablet yang dapat digunakan jika Anda mengalami radang di kulit akibat iritasi dan gatal-gatal.

Obat ini sendiri cukup praktis diminum. Namun yang perlu Anda ketahui adalah obat ini termasuk obat keras yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dan petunjuk dari dokter sebab efek samping yang dihasilkan cukup parah.

Sehingga Anda tidak bisa sembarangan menggunakan obat ini, dan membelinya pun harus melalui toko obat khusus.

Apabila Anda tidak mau repot-repot dengan hal tersebut Anda bisa melakukan hal-hal berikut di bawah ini!

Kompres dengan es

Biasanya kompres es digunakan untuk mengompres luka atau badan yang terasa panas. Namun kompres es juga bisa Anda gunakan untuk mengatasi iritasi kulit.

Caranya tetap sama, yaitu membalut es batu dengan kain lalu ditempatkan di area yang teriritasi. Kompres es ini akan memberikan sensasi dingin yang merelaksasi.

Gunakan masker oatmeal

Oatmeal yang biasa Anda gunakan sebagai salah satu menu sarapan sehat Anda di saat Anda menjalani diet juga dapat gunakan untuk mengatasi iritasi pada kulit karena kulit yang meradang.

Caranya adalah dengan menjadikan oatmeal itu sebagai masker yang dioleskan pada area kulit yang teriritasi, yang sebelumnya sudah dicampur air atau minyak kelapa.

Perlu diketahui bahwa oatmeal ini mengandung antioksidan dan anti-inflamasi sehingga mampu mengatasi peradangan pada kulit.

Gunakan tanaman herbal

Tanaman herbal seperti lidah buaya, daun kesemek, dan ketumbar juga mampu mengatasi peradangan kulit yang Anda alami.

Dari semuanya lidah buaya yang merupakan obat herbal paling ampuh mengatasi masalah iritasi kulit ini.

Anda hanya perlu mengoleskan gelnya pada kulit yang teriritasi, yang juga memberikan efek menenangkan daripada Kalmethasone yang terasa pahit.

Gunakan pelembap kulit

Pelembap kulit juga bisa Anda gunakan untuk mengatasi iritasi kulit terutama yang mengandung vitamin E dan shea butter.

Kedua bahan ini dapat meregenerasi kulit dan kaya akan antioksidan sehingga mampu mengobati kemerahan, menyamarkan kerutan, dan melembapkan kulit.

Menjaga asupan makanan

Asupan makanan sangat perlu dijaga sehingga Anda bisa mengatasi iritasi pada kulit, dan juga memengaruhi kesehatan kulit.

Adapun makanan yang disarankan untuk kesehatan kulit adalah air kelapa, melon, timun, dan biji-bijian.

Sedangkan makanan yang perlu Anda hindari karena tidak baik bagi kulit adalah makanan pedas, cokelat, dan kopi.

Hindari alkohol

Alkohol merupakan salah satu minuman yang harus Anda hindari jika tidak ingin terjadi peradangan kulit.

Ini karena alkohol memiliki zat yang dapat memicu alergi pada kulit sehingga menimbulkan ruam kemerahan.

Hindari pemicu iritasi

Iritasi dan gatal pada kulit dapat disebabkan oleh air panas, berubahnya suhu dan kelembapan, produk pewarna kulit yang mengandung zat kimia tertentu, wol dan serat sintetis, tanaman, dan stres.

Cara terbaiknya adalah menghindari pemicu-pemicu ini terutama bagi Anda yang mempunyai kulit sensitif dan gampang terkena alergi.

Gunakan minyak mentol

Selain lidah buaya, Anda juga dapat menggunakan minyak mentol yang dapat mengatasi iritasi dan gatal pada kulit.

Minyak mentol juga mempunyai efek yang menenangkan dan mendinginkan untuk mengatasi rasa sakit akibat gatal.

Cara menggunakan minyak ini cukup praktis. Anda hanya perlu mengoleskannya ke area kulit yang terkena iritasi. Lakukanlah 2 kali sehari selama 2 minggu.

Itulah beberapa cara alami yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi radang di kulit tanpa menggunakan Kalmethasone yang merupakan obat keras, dan jangan sesekali menggaruk karena akan memperparah kondisi.

Ketahui Faktor Risiko dan Gejala Meningitis TB

  • November 2, 2021

Meningitis TB adalah salah satu varian tuberkulosis (TBC) yang cukup parah. Untungnya, kasus meningitis termasuk yang paling jarang terjadi pada penderita TBC.

TB atau TBC adalah penyakit yang dapat menular melalui udara (airborne/droplet) yang biasanya menyerang paru-paru. Namun, TB juga dapat menyerang organ lain jika infeksi menyebar.

TBC disebabkan oleh bakteri khusus yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Jika infeksi tidak segera diatasi, bakteri dapat menyebar melalui aliran darah ke organ dan jaringan tubuh lainnya.

Nah persebaran bakteri inilah yang dapat menyebabkan kasus TB di area tubuh tertentu. Secara umum ada 10 jenis TB yang sering terjadi, yaitu:

  • TB paru
  • TB milier
  • TB limfadenitis
  • TB tulang
  • TB liver
  • TB urogenital
  • TB saluran pencernaan
  • TB peritonitis
  • TB kulit
  • TB meningitis

Dalam kasus meningitis TB, artinya bakteri menyebar ke meninges, yaitu membran tipis yang melindungi otak dan tulang belakang. Infeksi bakteri di area ini dapat menyebabkan kondisi mematikan yang disebut meningitis TB.

Faktor risiko

TB menyebar melalui bakteri, artinya setiap orang dari segala usia dapat mengalami penyakit ini. Meski begitu, orang-orang dengan masalah kesehatan khusus mungkin memiliki risiko lebih besar terkena meningitis TB.

Ada beberapa faktor risiko TB meningitis yang perlu diperhatikan, termasuk riwayat:

  • HIV/AIDS
  • Sistem imun melemah
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Diabetes melitus

Kasus meningitis jarang terjadi di negara yang dengan tingkat vaksin tinggi sejak usia dini. Di Indonesia, kasus ini juga cukup langka karena tingginya imunisasi anak sejak dini.

Gejala meningitis TB

TB meningitis adalah salah satu jenis TB dengan gejala yang sulit dikenali. Pada umumnya pasien akan mengalami gejala umum seperti penyakit biasa, lalu berkembang perlahan menjadi gejala meningitis.

Dalam tahap awal infeksi, gejala yang mungkin dirasakan termasuk:

  • Demam tingkat rendah
  • Mudah merasa lelah
  • Badan terasa tidak enak

Jika diamati, gejala-gejala tersebut dapat terjadi pada banyak penyakit. Inilah sebabnya TB meningitis sulit dikenali. Namun, dalam tahap infeksi lanjut, gejala yang mungkin dirasakan termasuk:

  • Demam
  • Sering merasa bingung
  • Mual dan muntah
  • Merasa lesu
  • Mudah marah
  • Tidak sadar atau pingsan

Diagnosis meningitis TB

Segera temui dokter jika Anda mencurigai masalah TB meningitis. Dokter akan melakukan pengamatan fisik dan menanyakan gejala serta riwayat medis Anda.

Dokter mungkin menyarankan tes lanjutan jika merasa Anda menunjukkan gejala meningitis. Ada beberapa tes yang mungkin dilakukan, yaitu:

  • Lumbar puncture/spinal tap, yaitu pengambilan cairan dari tulang belakang dan melakukan analisis di lab
  • Biopsi meninges/meningen
  • Kultur darah
  • Rontgen dada
  • CT scan kepala
  • Tes kulit untuk tuberkulosis (PPD)

Komplikasi

Komplikasi akibat TB meningitis perlu diwaspadai dan umumnya mengancam nyawa, di antaranya:

  • Kejang-kejang
  • Gangguan pendengaran
  • Kerusakan otak
  • Stroke
  • Peningkatan tekanan di otak
  • Kematian

Jika tekanan di otak meningkat, umumnya akan terjadi kerusakan otak permanen yang tidak bisa disembuhkan.

Pengobatan TB

Saat ini sudah disediakan paket pengobatan TB dengan beberapa obat, yaitu:

  • Isoniazid
  • Rifampicin
  • Pyrazinamide

Dokter lalu akan menambahkan beberapa obat lagi yang disesuaikan dengan kondisi Anda. Artinya, pengobatan untuk TB meningitis mungkin berbeda-beda pada setiap kasus penderita.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah penyakit meningitis TB adalah dengan mencegah infeksi virus TB. Saat ini di Indonesia pemerintah telah melakukan imunisasi BCG, yaitu vaksin khusus yang dirancang untuk mencegah kasus TB serius, termasuk TB meningitis.